Selain itu ada tanda-tanda besar datangnya kiamat. Tanda-tanda itu ialah, Munculnya Imam Mahdi, munculnya Dajjal, munculnya Nabi Isa AS ke dunia, munculnya Ya’juj dan Ma’juj. Kemudian matahari yang terbit dari barat, munculnya Binatang Melata, munculnya Kabut, dan terjadinya Gempa. Kiamat juga ditandai dengan Hancurnya Ka’bah dan Munculnya Api yang keluar dari Yaman.
Manusia senantiasa berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan. Untuk menggapai kebahagiaan itu, apapun yang dimiliki dan dilakukan selama hidup didunia di niatkan untuk ibadah kepada Allah SWT. Saat ini orang yang sudah berada di alam kubur – barzakh, mengalami dua keadaan yang berbeda. Ada yang menerima siksa kubur, namun ada juga yang menerima nikmat kubur. Bagi yang mendapatkan siksa kubur disebabkan mereka sombong, tidak mau ibadah kepada Allah SWT, tidak mau menerima hidayah Islam.
Allah SWT melengkapi rutinitas manusia dengan rutinitas sehari-hari secara teratur bersamaan dengan pergantian siang dan malam. Dengan menjadikan waktu siang untuk bekerja dan beraktivitas, sedangkan malam untuk beristirahat dan ketenangan. Dalam penciptaan siang dan malam serta fungsinya, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’min yang artinya, “Allah lah yang menjadikan malam untukmu agar kamu beristirahat kepada-Nya. Dan (menjadikan) siang terang benderang, Allah benar-benar memiliki karunia yang dilimpahkan kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.”
Siang malam manusia beraktivitas, bekerja mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Mereka berfikir hartanya itulah yang akan menyelamatkan mereka di akhirat kelak. Harta yang kita miliki sejatinya ada dua. Harta yang sudah kita serahkan kepada Allah SWT berupa shadaqah, infak, amal Jaariah dan lainnya. Yang ke dua adalah harta yang kita makan. Lalu, Di bagian manakah harta yang kita miliki lebih banyak di habiskan? (*)
Transkrip: Adib Muzammil

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi