Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 06:27 WIB
Surabaya
--°C

Kiamat Pasti Datang

Bu Nyai Dr. Hj. Mihmidaty Ya’cub.

Oleh: IBU NYAI DR.HJ. MIHMIDATY YA’CUB

KEMPALAN : Yakin atau mempercayai akan datangnya hari kiamat termasuk rukun Iman yang ke lima. Kiamat atau hari akhir merupakan masa berakhirnya kehidupan di dunia. Ada dua jenis kiamat, yaitu kiamat Sugra (kiamat kecil) dan kiamat Kubra (kiamat besar). Kiamat Sugra adalah tanda-tanda kerusakan yang dialami Sebagian alam yang terjadi setiap waktu, seperti terjadinya bencana alam, gunung meletus dan meninggalnya manusia. Kiamat kecil ini bisa diartikan sebagai berakhirnya kehidupan seseorang.

Sementara itu Kiamat Kubra atau kiamat besar akan menjadi kehancuran bumi dan alam semesta dengan segala isinya, sampai tidak tersisa apapun. Tidak ada yang tahu kapan datangnya, Allah SWT merahasiakannya. Kiamat kubra terjadi setelah malaikat Israfil meniup sangkakala pertama. Ketika itu setiap makhluk yang hidup akan mengalami kematian kecuali Allah SWT. “Semua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.” (QS. Ar-Rahman ayat 26-27). Berbeda dengan kehidupan di dunia, kehidupan akhirat tidak akan berakhir. Dengan kata lain, kehidupan di dunia bersifat sementara, sedangkan kehidupan akhirat bersifat abadi. Untuk itu kehidupan akhirat jauh lebih utama dari kehidupan di dunia.

Dalam surat Al-Ghafir ayat 59 – 62 Allah SWT berfirman yang artinya, “Sesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’. Allah-lah yang menjadikan malam untukmu agar kamu beristirahat padanya; (dan menjadikan) siang terang benderang. Sungguh Allah benar-benar memiliki karunia yang dilimpahkan kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. Demikianlah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan ?”

Lalu bagaimana kita seharusnya hidup di dunia ini ? Dalam ayat di atas, Allah SWT berkali-kali memperingatkan kita agar hidup kita tidak sia-sia, hidup kita harus bermakna demi untuk menggapai bahagia di hari yang tiada akhir, hari dimana ada kebahagiaan yang tiada tara dan kesengsaraan yang tiada batas. Orang yang percaya datangnya kiamat orientasi hidupnya ialah untuk kehidupan yang kekal di akhirat nanti.

Ada beberapa versi yang menunjukkan bahwa tanda-tanda akhir zaman itu sudah semakin dekat. Tanda-tanda itu antara lain adalah, Pertama, Ketika Budak Wanita melahirkan tuannya. “Jika budak Wanita telah melahirkan tuannya.” (HR. Muslim). Ini hanya makna kiasan. Artinya Ketika orang-orang sudah tidak berbakti tidak menghormati, tidak memuliakan kepada ibunya. Kedua, orang-orang berlomba membangun Gedung pencakar langit. Ketiga, ummat dipimpin oleh pemimpin yang ber akhlak rendah, dan Orang-orang tidak memakai sandal lagi, artinya kakinya najis menyebabkan sholatnya tidak sah.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.