Menu

Mode Gelap

kempalanews · 6 Jan 2022 20:19 WIB ·

Gubernur Khofifah Resmikan Boarding School Muslimat NU MI, MTs, dan MA


					Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani Prasasti diresmikannya Boarding School Muslimat NU Sidoarjo. Perbesar

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani Prasasti diresmikannya Boarding School Muslimat NU Sidoarjo.

SIDOARJO-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan gedung Boarding School MI, MTs dan MA Biligual Muslimat NU Pucang Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kunjungannya, Khofifah banyak mendapat persentasi terkait kurikulum dan metode pembelajaran di lembaga pendidikan Muslimat NU Sidoarjo.

“Saya relatif mengikuti perkembangan sekolah ini mulai dari MI. Metode pembelajaran Bilingual ini menjadi bagian yang penting untuk koneksifitas diantara berbagai jejaring. Terutama diluar negeri,” Kata Khofifah Indar Parawansa, Kamis (6/1/2022).

Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Bilingual dengan bahasa Arab dan Inggris ini merupakan bagian standart kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi komunikasi global.

“Apalagi didukung dengan metode pembelajaran berbasis digital. Mudah-mudahan ini bisa di replikasi di Sidoarjo,”ujarnya.

Boarding school merupakan sistem pendidikan yang menyediakan tempat tinggal berupa asrama bagi para siswa. bisa dikatakan sebagai sekolah berasrama sekaligus lembaga pendidikan, yang siswanya tidak hanya belajar melainkan bertempat tinggal di lembaga tersebut.

“Anak-anak ini dipersiapkan untuk bisa menguasai dua bahasa asing. Ini bagian dari standard kesiapan masuk pada komunikasi global ditambah dengan proses pendidikan transformasi digital,”ucap Khofifah, Kamis, (6/1/2022).

Boarding School Bilingual Muslimat NU merupakan pendidikan dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) setara SD, Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara SMP, dan Madrasah Aliyah (MA) setara dengan SMA.

Sementara, Syamsuhari Kepala MTs Bilingual Muslimat NU Pucang menjelaskan dengan adanya Boarding School ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih yang berkaitan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Menurutnya, saat ini gerakan radikal banyak disebarkan melalui lembaga pendidikan dengan kedok Boarding School.

“Ini merupakan usaha kita dalam membentengi generasi muda untuk tidak terjerumus dalam gerakan radikal atau wahabi. Di Boarding School ini kita ajarkan berbagai keilmuan dari sains hingga agama yang sanadnya jelas,” pungkasnya. (Ambari Taufiq)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Reaksi Kapolda Jabar ke GMBI, Begini Respon Sahabat Polisi Indonesia

28 Januari 2022 - 22:33 WIB

Ketum Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tangguh

UMSIDA Siapkan 1392 Mahasiswa Sukseskan Konsep Desa Wisata Melalui KKN Pencerahan 2022

28 Januari 2022 - 22:14 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Kerja Bakti Massal, Kerahkan 34 Unit Dump Truk dan 2000 Karung

28 Januari 2022 - 20:19 WIB

Ketua DPC PKB Sidoarjo H Subandi Beri Pesan Khusus di Agenda Musancab

28 Januari 2022 - 20:04 WIB

Waspada Covid-19 Varian Omicron, Pemkot Surabaya Terbitkan SE Wali Kota

28 Januari 2022 - 19:48 WIB

RSUD Sidoarjo Tambah Layanan Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu

28 Januari 2022 - 19:43 WIB

Trending di kempalanews