JAKARTA-KEMPALAN: Dari dua kandidat calon Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau yang sering disapa sebagai Gus Yahya mengklaim bahwa mayoritas suara di Muktamar PBNU akan memilih dirinya.
Gus Yahya pada saat ini merupakan Katib Aam PBNU dan mengungkapkan alasan dirinya maju dalam kandidasi calon ketua PBNU.
Ia mengatakan bahwa ia ingin menghidupkan kembali idealisme, visi dan cita-cita dariu Gus Dur yang merupakan presiden keempat Indonesia.
Ia mengatakan bahwa idealisme dan cita-cita yang dimiliki oleh Gus Dur masih sangat relevan dengan kondisi pada saat ini.
Secara sosiologis, visi dari Gus Dus masih relevan bahkan hingga puluhan tahun mendatang.
“Gus Dur telah tiada, tetapi kita masih kegusduran” ucap Gus Yahya.
Berkaitan dengan hal tersebut, ia mengatakan bahwa ia telah mendapatkan dukungan mayoritas Pengurus Cabang NU (PCNU) dan Pengurus Wilayah NU (PWNU).
Gus Yahya mengatakan bahwa dirinya telah mendatangi 474 cabang dan pengurus di seluruh wilayah Indonesia secara pribadi dan tanpa tim sukses untuk menyampaikan visi misinya sebagai calon ketua umum PBNU.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yaitu Muhaimin Iskandar memberikan dukungannya kepada Gus Yahya dengan alasan bahwa tidak ada murid Gus Dur yang mewarisi keberanian dan kepercayaan selain Gus Yahya.
“Kalau dari penglihatan saya saat bertemu mereka, mayoritas setuju. Saya kira saya tahu, maka wajah yang setuju dan mana yang tidak setuju” ucap Gus Yahya.
Muktamar NU diprediksi bakal didatangi setidaknya 2.295 orang yang berasal dari 34 PWNU (102 orang), 521 PCNU (1.563 orang), 31 PCINU (93 orang), serta 14 badan otonom (42 orang) dan 18 lembaga (54 orang) di tingkat pusat.
Selain itu, ditambah pula utusan PBNU dari unsur Syuriyah (32 orang), Mustasyar (15 orang), A’wan (20 orang), dan Tanfidziyah (38 orang) ditambah jumlah panitia sebanyak 336 orang.
(CNN/Tempo, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi