Mantan anggota Komite Wasit dan mantan wasit FIFA Purwanto mengatakan, tidak ada aturan yang melarang PSSI untuk mengumumkan wasit-wasit bermasalah dan sanksinya apa saja. Ketika pria yang disebut-sebut sebagai salah satu wasit terbaik yang pernah dimiliki Indonesia itu menjabat sebagai anggota komite wasit PSSI, tiap ada wasit yang melakukan kesalahan dan dijatuhi sanksi langsung dirilis ke media.
Perlakuan pada pengadil lapangan itu berbanding terbalik pada klub-klub dan pemain. PSSI lewat Komisi Disipilin (Komdis) terlihat begitu garang dan rajin sekali menjatuhkan sanksi lalu merilisnya ke media (publik). Jika dibandingkan dengan sanksi terhadap wasit Musthofa Umarella (hanya ini pembanding yang ada), sanksi yang dijatuhkan komdis bikin geleng-geleng kepala.
Lihat saja sanksi yang dijatuhkan pada dua pemain muda Todd Rivaldo Albert Ferre (Persipura/22 tahun) dan Hugo Samir (Bhayangkara FC U-18/16 tahun). Todd Ferre, dianggap bertingkah laku buruk terhadap perangkat pertandingan dan melakukan protes berlebihan dengan berkata tidak pantas disertai pemukulan terhadap perangkat pertandingan saat Persipura menghadapi Bali United pada 5 November lalu. Hukumannya? Dia dijatuhi hukuman larangan bermain 12 bulan dan denda Rp 50 juta. Sementara Hugo Samir, yang masih berlaga di kancah amatir Elite Pro Academy Liga 1 U-18 juga dikenai berat. Yakni larangan bermain dan memasuki lapangan selama 12 bulan dan denda Rp. 5 juta. Hugo didakwa menendang perangkat pertandingan saat Bhayangkara U-18 menghadapi Persebaya U-18 pada 28 Oktober lalu.
Bayangkan, betapa terpukulnya mental Todd Ferre yang namanya pernah berkibar bersama Timnas U-19 dan Hugo Samir yang baru saja berbunga-bunga karena sempat mengikuti pemusatan latihan Timnas U-18 itu. Dengan apa yang dilakukan Todd Ferre dan Hugo mereka memang layak dikenai sanksi. Wajib ada “pembinaan”. Tapi apa harus seberat itu utk para pemain muda (belia)?

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi