Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 08:25 WIB
Surabaya
--°C

PSSI, Tajam ke Klub dan Pemain, Tumpul ke Perangkat Pertandingan

Mari kita bandingkan sanksi yang dijatuhkan kepada Todd Ferre dan Hugo Samir itu dengan sanksi dijatuhkan kepada wasit Musthofa Umarella. Wasit berusia 35 tahun itu hanya diistirahatkan empat pekan. Ya, empat pekan saja! Dan tanpa denda. Padahal, dia membuat blunder dengan tidak mengesahkan gol Persebaya ke gawang Persela. Kesalahan fatal itu memengaruhi hasil akhir pertandingan (laga Persebaya vs Persela pada 21 Oktober itu berakhir seri 1-1). JIka gol itu disahkan, maka Persebaya memenangkan pertandingan.

Musthofa sudah terlihat bekerja lagi saat pertandingan Arema FC melawan Barito Putera di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (23 November ).
Di laga itu, wasit asal jakarta itu berstatus wasit cadangan. Dia mendampingi Asep Yandi yang menjadinwasit utama, Junaidi (asisten wasit 1) dan Hotlan Nainggolan (asisten wasit 2). Ringannya sanksi yang diberikan menurut komite wasit karena setelah periksa kesalahannya humman error. Saat tidak mengesahkan gol Persebaya posisi dia terhalang untuk melihat bola yang masuk melawati garis gawang.

Tak hanya pada peman, obral hukuman juga diberikan kepada klub. PSG Pati adalah salah satu yang terkena denda Rp 90 juta sebagai tambahan dari hukuman kalah 3-0 dan pengurangan nilai tiga poin karena memainkan pemain tidak sah atas nama I Gede Sukadana. Dimana pemain tersebut masih dalam status menjalankan hukuman larangan bertanding dari Komdis saat melawan Persis Solo pada 3 November.

Beberapa klub Liga 2 juga didenda Rp 30 juta karena keterlambatan kick off babak pertama dan babak kedua. Beberapa tim lainnya yang dianggap beringkah laku buruk dan mendapatkan 5 kartu kuning dalam satu pertandingan didenda Rp 50 juta.

Ini baru contoh sebagian kecil hukumam yang dijatuhkan. Karena sidang Komdis PSSI, tanggal 8, 9 dan 11 November saja menelurkan 31 putusan yang sebagian besar ada denda uang. Sebelumnya, komdis juga sudah bersidang dan menelurkana banyak hukuman.

Dari putusan yang dibuat oleh komdis tersebut, publik kemudian juga bertanya-tanya, dikemanakan dan dipakai apa jumlah denda yang jika diakumulasikan nilanya akan besar itu? Jawabnya gelap juga. Karena sejak dulu PSSI juga tidak pernah mengumumkan secara detail dipakai untuk apa saja uang hasil denda tersebut. Mau sampai kapan PSSI terus begini? (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.