Senin, 20 April 2026, pukul : 09:47 WIB
Surabaya
--°C

The Tiger of Malaya dan Kelahiran Yamashita Standard

OTOYO-KEMPALAN: Nama Tomoyuki Yamashita mungkin tidak begitu terkenal, karena dia merupakan bagian dari pihak yang kalah dalam Perang Dunia Kedua, yakni Jepang. Nasib akhirnya pun mengenaskan, karena dijatuhi hukuman gantung oleh Amerika Serikat. Akan tetapi, tidak bisa diabaikan bahwa selain Laksamana Yamamoto, Jenderal Yamashita adalah komandan yang brilian.

Yamashita hidup di dunia militer. Ia menyelesaikan pendidikannya di Akademi Ketentaraan pada tahun 1905 dan Perguruan Tinggi Perang Ketentaraan pada 1916 lalu menjadi perwira di Kantor Staf Umum Ketentaraan Jepang. Pria yang dipanggi sebagai Tiger of Malaya ini naik pangkat dengan cepat dan menjadi salah satu jenderal tertinggi di Angkatan Udara.

Menurut situs History, Sang Jenderal pernah bertemu dengan Adolf Hitler, pemimpin Jerman dalam Perang Dunia Kedua untuk membicarakan aliansi antara Jepang dengan Jerman (ditambah Italia). Dalam pertemuan itu, Hitler meminta Jepang untuk mendeklarasikan perang terhadap Inggris dan AS. Namun, Yamashita tidak tertarik. Sebaliknya, ia berharap untuk memeriksa teknik militer Jerman dan meningkatkan kemampuan perang Jepang sendiri.

Ia merupakan otak di balik invasi Jepang ke Thailand dan Semenanjung Melayu bersama Pasukan ke-25-nya. Singapura turut menjadi target Jepang karena wilayah tersebut adalah markas Angkatan Laut Inggris, pada saat itu, sebanyak 30.000 tentara Jepang masuk ke negara itu. Meskipun begitu, nampaknya nasib Yamashita tidak begitu mujur, karena ia dipensiunkan oleh Perdana Menteri Hideki Tojo dan baru kembali beraksi pada 1944 mempertahankan Filipina dari Sekutu.

Jenderal Tomoyuki Yamashita ketika merencanakan invasi Jepang ke Malaya. (wikipedia)

Kekalahan Jenderal Tomoyuki Yamashita membuat dirinya didakwa atas Kejahatan Perang, namun persidangannya masihlah kontroversial. Ia dituding “mengizinkan mereka (bawahannya) melakukan” kekejaman. Komisi militer yang menyelidiki Yamashita ini dibentuk di bawah wewenang Jenderal Douglas MacArthur yang pernah menjadi jenderal di Filipina, tempat di mana Yamashita kalah.

Dakwaan itu ditolak oleh Yamashita, namun dalam persidangan itu, sang jenderal dianggap tetap bersalah karena sebagai atasan, ia seharusnya mengetahui apa yang dilakukan oleh bawahannya. Kasus ini nantinya akan dikenal sebagai Yamashita Standard, dimana komandan bertanggung jawab atas segala tindakan yang dilakukan oleh bawahannya.

Meskipun tetap berpandangan bahwa dirinya tidak bersalah, namun Yamashita tetap dijatuhi hukuman gantung. Jenderal brilian yang berakhir tragis itu lahir pada 8 November, tepat hari ini pada tahun 1885. (reza hikam)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.