Itulah sebabnya disebut mati dua kali karena mati yang pertama hitungannya saat masih jadi ruh dan belum lahir ke dunia. Setelah sekian lama hidup di dunia dan wafat itulah yang disebut kematian ke dua.
Rumah asli manusia adalah di surga. Allah Maha tahu kita memiliki nafsu, suka menentang-nentang, menyukai kesenangan yang sebentar tapi berujung penderitaan selamanya. Dalam kehidupannya nanti Allah pasti akan menguji manusia dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan seperti dalam firman-Nya dalam surah Al-Baqarah ayat 155-156.
Oleh karena itu Allah menurunkan syariat, aturan, anjuran, hukum yang harus dipatuhi, ditaati oleh manusia supaya hidup manusia tidak seperti binatang. Syariat harus ditegakkan. Syariat yang paling utama adalah sholat.
Jangan pernah sekali-kali meremehkan sholat, karena ia merupakan barometer penentu hidup di zaman keabadian nanti. Sayangnya manusia kerap lalai mempersiapkan diri menghadapi siklus terakhir tersebut. Ketika tiba masanya, mereka memohon kepada Allah SWT agar bisa dikembalikan ke dunia guna berbuat kebaikan. Sesal kemudian tiada guna.
Permainan sudah selesai, game over. Siklus kita akan berakhir di surga atau neraka. Naudzubillahi min dzalik. (*)

Transkrip oleh: Adib Muzammil
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi