Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 14 Okt 2021 17:46 WIB ·

Negara G20 Setuju untuk Atasi Kriris Kemanusiaan di Afghanistan


					Pertemuan G20 yang dilakukan secara virtual-Aljazeera Perbesar

Pertemuan G20 yang dilakukan secara virtual-Aljazeera

G20-KEMPALAN: Kelompok negara G20 telah setuju untuk melakukan kerja sama untuk menghindari adanya krisis kemanusiaan yang semakin mendalam di Afghanistan. Kelompok negara G20 akan bekerja sama dengan Taliban secara langsung untuk melakukan koordinasi asistensi, namun bukan berarti bahwa mereka akan mengakui keberadaan Taliban sebagai penguasa di Afghanistan.

Perdana Menteri Italia, Mario Draghi mengatakan bahwa Taliban akan menjadi mitra yang krusial dalam memberikan bantuan masuk ke Afghanistan, namun ia memberikan pernyataan bahwa negara G20 tidak akan memaksa masuk jika memang Taliban tidak ingin dibantu. Ia juga memberikan pertanyaan bahwa berkoordinasi dengan Taliban tidak berarti mengakui Taliban sebagai penguasa di Afghanistan.

Dalam pertemuan G20 secara virtual, pertemuan tersebut dihadiri oleh presiden AS yaitu Joe Biden, Perdana Menteri India yaitu Narendra Modi, dan beberapa pemimpin negara Eropa lainnya. Namun Presiden Tiongkok yaitu Xi Jinping dan Presiden Rusia yaitu Putin tidak menghadiri pertemuan tersebut namun diwakili oleh perwakilannya.

Mario Draghi mengatakan bahwa absennya dua pemimpin tersebut tidak akan mengurangi atau mengganggu pentingnya pertemuan yang dirancang oleh negaranya.

“Ini adalah pertama kalinya kami secara multilateral merespon adanya isu krisis di Afghanistan. Multilateralisme akan kembali meskipun akan sulit, namun kami pastikan akan kembali” ucap Draghi.

Terdapat persetujuan secara mayoritas dari negara-negara G20 mengenai adanya keperluan dan kepentingan untuk dapat merespons krisis di Afghanistan terlebih lagi dengan semakin parahnya keadaan di sana.

“Kami tidak akan tinggal diam dan menyaksikan 40 juta orang masuk ke dalam kekacauan karena adanya krisis yang ada. Harga listrik yang mahal dan tidak bisa menyuplai semuanya, tidak adanya sistem finansial yang kuat. Semua yang ada di Afghanistan bukan tujuan dari adanya komunitas internasional” ucap Kanselir Jerman, Angela Merkel dalam pertemuan G20 yang diadakan secara virtual.

Negara-negara anggota memastikan bahwa uang bantuan yang ada akan dilarikan dengan adanya perantara melalui PBB, namun dipastikan akan ada jenis bantuan yang secara langsung diberikan.

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Presiden Korea Selatan Janji untuk Ciptakan Perdamaian dengan Korea Utara

25 Oktober 2021 - 18:43 WIB

Moon Jae-in-VOA

Badan PBB Perkirakan lebih dari Setengah Juta Warga Afghanistan akan Hadapi Krisis Makanan Akut

25 Oktober 2021 - 17:01 WIB

Ilustrasi Krisis di Afghanistan-HRC

Putin: Keberadaan Militer NATO di Ukraina Merupakan Ancaman

25 Oktober 2021 - 15:49 WIB

Putin-CaspianNews

Israel akan Dirikan 1300 Rumah Baru di West Bank, Palestina dan Yordania serta Aktivis Tidak Senang

25 Oktober 2021 - 14:06 WIB

Ilustrasi West Bank-BBC

Biden Menjadi Presiden AS Paling Buruk semenjak Perang Dunia II

25 Oktober 2021 - 13:08 WIB

Joe Biden-DW

Austria akan Legalkan Hukum untuk Bunuh Diri yang Dibantu

25 Oktober 2021 - 01:42 WIB

Ilustrasi Austria-GlobalTimes
Trending di kempalanmanca