Menu

Mode Gelap

Kempalantek · 14 Okt 2021 17:45 WIB ·

Teknobiologi UBAYA Dominasi Babak Lanjutan Kategori S1 dan S2 Pfizer Biotech Fellowship


					Ivy Erinia, mahasiswi Fakultas Teknobiologi UBAYA yang tergabung dalam Tim DIAMED di Pfizer Biotech Fellowship sedang mengamati biakan mikroorganisme di laboratorium Teknobiologi UBAYA. Perbesar

Ivy Erinia, mahasiswi Fakultas Teknobiologi UBAYA yang tergabung dalam Tim DIAMED di Pfizer Biotech Fellowship sedang mengamati biakan mikroorganisme di laboratorium Teknobiologi UBAYA.

SURABAYA-KEMPALAN: Prestasi ilmiah di tingkat nasional kembali diraih Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA) dengan mendominasi babak lanjutan kategori S1 dan S2 Pfizer Biotech Fellowship 2021.

Pfizer Biotech Fellowship 2021 sejatinya merupakan program kompetisi bagi mahasiswa S1, S2, serta dosen atau peneliti di bidang bioteknologi kesehatan. Program ini untuk beradu gagasan menciptakan inovasi dan berbagi pemikiran pada penyusunan roadmap perkembangan bioteknologi kesehatan di Indonesia.

Dari 10 gagasan penelitian terbaik kategori S1 yang berhak melaju ke babak berikutnya, Fakultas Teknobiologi UBAYA meloloskan tiga tim, sedangkan pada 10 peserta kategori mahasiswa Pascasarjana S2, dua di antaranya berasal dari Teknobiologi UBAYA. “Kelima tim ini lolos menjadi 10 tim terbaik untuk masing-masing kategori S1 dan S2, setelah pada tahapan sebelumnya juga berhasil lolos menjadi 20 tim terbaik,” terang Dekan Fakultas Teknobiologi Dr.rer.nat. Sulistyo Emantoko, M.Si, Jumat (15/10).

Adapun di kategori undergraduate competition alias S1, tim Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA) meloloskan Tim Alatur—beranggotakan Stanley Christy Satriya Jati Karundeng, Verrent Vanessa, dan Audrey Belinda—yang mengusung topik “Ekosistem Kebijakan Biodefense: Cegah Bahaya Bioterorisme 2022.”

Kemudian ada Tim Reverie (Tassya Prajna Paramita Riansyah, Aurelia Christabella Wincent Oey, dan Tiffany Evelyn Angki) yang meneliti “Pengembangan Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) Berdasarkan Uji Metilasi pada Cell-Free Fetal DNA untuk Pencegahan Perkembangan Diabetes di Indonesia,” serta Tim DIAMED beranggotakan Ivy Erinia, Celine Imanuel Hermanto, dan Fransisca Aurelia Rahmad dengan topik “Rantai Pasok Global NIPT-Based Deteksi Dini Diabetes dan Implikasinya untuk BPJS dalam Jangka Panjang.”

Fakultas Teknobiologi UBAYA juga berhasil meloloskan Denny Nyotohadi dan Natasha Felicia Karnadi untuk kategori mahasiswa Pascasarjana S2. Denny dan Natasha akan bersanding bersama delapan peserta lain dari berbagai PTN dan PTS terkemuka di Tanah Air, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Jember, dan Unika Atma Jaya dalam kompetisi lanjutan.

Ivy Erinia, mahasiswi Fakultas Teknobiologi UBAYA yang tergabung dalam Tim DIAMED di Pfizer Biotech Fellowship sedang melakukan isolasi DNA untuk keperluan Polymerase Chain Reaction (PCR) di laboratorium Teknobiologi UBAYA.

Untuk kategori mahasiswa S2, mayoritas peserta mengajukan proposal penelitian dengan tema seputar akses yang lebih luas terhadap terapi inovatif dan terobosan pengobatan dalam bioteknologi kesehatan.

Emantoko mengungkapkan ada tiga kategori yang dapat diikuti mahasiswa S1, S2 dan dosen atau peneliti program studi bioteknologi kesehatan Indonesia, yaitu Undergraduates Competition, Graduate Education Grants, dan Training of Trainers. “Untuk Training of Trainers merupakan program untuk dosen yang diadakan oleh Pfizer. Pesertanya dari dosen Teknobiologi adalah Tjie Kok S.Si., M.Si., Apt., Ph.D, Dr. Dra. Mariana Wahjudi M.Si., dan Yulanda Antonius S.Si., M.Sc,” papar dia.

“Berbeda dengan kompetisi mahasiswa S1, kompetisi mahasiswa S2 adalah penelitian tesis. Topik yang diangkat merupakan topik-topik relevan dan terbaru mengenai bidang bioteknologi kesehatan. Misalnya, berkaitan dengan Covid-19, biosensor untuk mikroorganisme patogen, desain vaksin dan lainnya,” terang doktor dari Postdam University, Jerman.

Mengutip dari laman resmi https://www.Pfizer.co.id, peserta kategori Undergraduates Competition akan memperebutkan hadiah juara pertama sebesar Rp 75 juta, juara kedua Rp 60 juta dan juara ketiga Rp 50 juta. Sedangkan kompetisi kategori Graduate Education Grants akan dipilih 5 tesis terbaik untuk mendapatkan dana penelitian senilai Rp 50 juta per orang. (*)

Editor: Freddy Mutiara

 

 

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Smartfren Luncurkan Layanan 5G Pada Tahun 2022

27 Oktober 2021 - 10:00 WIB

Google Luncurkan Pixel 6 dan Pixel 6 Pro yang Diperkuat Prosesor Buatan Sendiri, Berikut Spesifikasinya

27 Oktober 2021 - 09:00 WIB

Meluncur di China, Berikut Spesifikasi Oppo A56 5G

27 Oktober 2021 - 08:00 WIB

Pemkab Gresik Buat Terobosan Baru Pemerintahan Berbasis Elektronik

26 Oktober 2021 - 21:28 WIB

Lenovo Luncurkan Lenovo TWS Droplet dengan Fitur Menarik dan Harga Terjangkau

26 Oktober 2021 - 13:00 WIB

Game Among US Akan Rilis di Play Station dan Xbox Series

26 Oktober 2021 - 11:00 WIB

Trending di Kempalantek