Menu

Mode Gelap

kempalansport · 13 Okt 2021 22:24 WIB ·

Bak Déjà vu, Gembiranya Vito Dua Kali Selalu Menjadi Hero


					Ekspresi Shesar Hiren Rhustavito setelah memastikan kemenangan tim Thomas Indonesia. (foto: BWF) Perbesar

Ekspresi Shesar Hiren Rhustavito setelah memastikan kemenangan tim Thomas Indonesia. (foto: BWF)

AARHUS-KEMPALAN: Tim Thomas Indonesia kembali mencatatkan kemenangan 3-2 dalam lanjutan penyisihan Piala Thomas 2021. Rabu (13/10), Hendra Setiawan dkk sukses membekuk Taiwan 3-2.

Sebelumnya, dalam laga kedua (11/10), pebulutangkis Merah Putih juga menaklukkan Thailand dengan skor yang sama. Dan, dari kedua kemenangan tersebut, hanya satu sosok yang selalu jadi penentunya.

Dia adalah pebulutangkis tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito. Vito (panggilan akrabnya) saat menghadapi Taiwan mampu menghentikan perlawanan tunggal putra Taiwan Chi Yu-jen melalui rubber game 16-21, 21-18, 21-19.

Ekspresi Shesar Hiren Rhustavito setelah memastikan kemenangan tim Thomas Indonesia. (foto: BWF)

Situasi yang seperti mengulangi ketika dia jadi sosok kunci di balik kemenangan atas Thailand. Dia pun juga berada dalam urutan terakhir yang tampil ketika itu. Hasilnya juga ditentukan lewat rubber game. Ketika itu dia juga menekuk Adulrach Namkul dengan 23-21, 10-21, 21-8.

’’Saya sangat senang sekali bisa jadi penentu kemenangan Indonesia untuk yang kedua kalinya,’’ ungkap Vito dalam wawancara setelah kemenangan Indonesia tersebut, melalui akun YouTube BWF.

Bedanya, perlawanan Yu-jen lebih menyulitkan ambisi Vito memenangi gim per gim. Bahkan, pebulutangkis kelahiran Sukoharjo 27 tahun yang lalu itu harus menjaga ketahanannya sampai 1 jam 13 menit sebelum menumbangkan Yu-jen.

Lebih lama 11 menit ketimbang ketika dia mematikan upaya-upaya Namkul mencatatkan banyak poin. ’’Tentu saya merasakan tekanan itu (main sebagai penentu). Tapi, saya harus tetap fokus, dan menikmati permainan saya,’’ seloroh Vito.

Itu dibuktikan dengan permainannya selama di gim pertama. Dia banyak membuang-buang poin. Bahkan dia harus takluk terlebih dahulu dari Yu-jen. ’’Saya membiarkan permainan lawan jadi berkembang lebih bagus. Untungnya saya masih berhasil menebusnya pada gim kedua,’’ tutur pebulutangkis peringkat 19 BWF itu.

Aksi-aksi Shesar Hiren Rhustavito saat menaklukkan tunggal putra Taiwan Chi Yu-jen di Ceres Arena, Aarhus. (foto: BWF)

Uniknya, termasuk Vito, semua tunggal putra Indonesia berjaya di depan Taiwan. Seperti ketika Anthony Sinisuka Ginting membuka perjuangan Indonesia dengan mempecundangi Chou Tien-chen 22-20, 21-16.

Atau ketika Jonathan Christie membuktikan kelasnya dengan mempecundangi tunggal putra dari Taiwan Wang Tzu-wei 21-17, 21-13. ’’Saya berharap ini jadi titik balik penampilan kami,’’ kata Jojo (sapaan akrab Jonathan Christie), dalam rilis resmi PP PBSI. (Yunita Mega Pratiwi)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Piala Liga Inggris: Prediksi Preston vs Liverpool

27 Oktober 2021 - 11:06 WIB

Aji Santoso Beber Kunci Sukses Mengalahkan Persija, Ini Resepnya

27 Oktober 2021 - 07:26 WIB

Selesaikan Polemik, Ketua DPD RI Dampingi Pengurus PSHT Temui Ketua Umum KONI

27 Oktober 2021 - 06:02 WIB

Persebaya Menangi Duel Sarat Gengsi, Persija 0-1 Persebaya

27 Oktober 2021 - 05:57 WIB

Enggan Tinggalkan Trek Balapan, Ini Ambisi Rossi Setelah Pensiun dari MotoGP

27 Oktober 2021 - 05:25 WIB

Arsenal vs Leeds United: The Gunners Menang 2-0

27 Oktober 2021 - 05:21 WIB

Trending di kempalansport