Senin, 11 Mei 2026, pukul : 13:59 WIB
Surabaya
--°C

Status Navalny Berubah menjadi Teroris

Alexey Navalny-BBC

Moskow-Kempalan: Musuh terbesar Presiden Putin yaitu Alexey Navalny mengatakan bahwa komisi penahanan mengganti statusnya menjadi teroris. Sebelumnya, ia mendapatkan status sebagai seorang ekstremis yang kemudian pada hari Senin (11/10), statusnya berubah menjadi seorang teroris.

Dalam Instagramnya, Navalny mengatakan bahwa komisi penahanannya secara diam-diam melakukan voting terhadap dirinya mengenai perubahan statusnya. Tanpa diketahui sebelumnya, statusnya kemudian berubah menjadi seorang teroris.

“Sekarang sudah ada tanda di dalam kamar penahanan saya, bahwa saya sekarang merupakan seorang teroris” ucap Navalny dalam unggahannya yang dibantu oleh pengacaranya.

Sejauh ini, tidak ada respon yang datang dari pihak Rusia mengenai perubahan status dirinya. Kemudian juga Federal Penitentiary Service (FSIN) (Lembaga pelayanan masyarakat Rusia) tidak memberikan komentar terkait permasalahan tersebut.

Navalny yang pada saat ini berumur 45 tahun mengatakan bahwa dirinya secara sukarela menerima statusnya sebagai seorang teroris. Ia kemudian mengatakan bahwa dirinya merasa sedikit diuntungkan karena jadwal pengecekan malam oleh penjaga menjadi semakin berkurang frekuensinya.

Tindakan tersebut kemudian menandai adanya eskalasi antara dirinya dengan tekanan dari sirkel terdekat Putin karena ia menjadi kritikus terhebat dan terberat yang dihadapi Putin pada saat ini. Meskipun pada saat ini ia sedang dalam masa penjara selama 2,5 tahun dengan beberapa tuduhan, ia mengatakan bahwa ambisinya dalam perpolitikan tidak akan pernah pudar, melainkan akan terus bertambah.

Navalny bersamaan dengan kelompok dan gerakannya mengalami masa-masa berat pada bulan Juni silam ketika pengadilan memutuskan dirinya dari seorang aktivis menjadi seorang ekstremis. Semua gerakan, kelompok dan partai yang ia miliki dibredel oleh pemerintah. Kemudian pada bulan Agustus silam, pengadilan membuka kembali kasus Navalny ke dalam pengadilan dengan adanya upaya untuk memenjarakan dirinya selama satu dekade lamanya.

Terkait Penghargaan Nobel untuk Perdamaian, banyak pendukungnya yang mengkritisi bahwa pemberian penghargaan kepada Dmitry Muratov tidaklah tepat karena Navalny lebih tepat menjadi penerima penghargaan Nobel tersebut.

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.