Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 12 Okt 2021 18:55 WIB ·

Status Navalny Berubah menjadi Teroris


					Alexey Navalny-BBC Perbesar

Alexey Navalny-BBC

Moskow-Kempalan: Musuh terbesar Presiden Putin yaitu Alexey Navalny mengatakan bahwa komisi penahanan mengganti statusnya menjadi teroris. Sebelumnya, ia mendapatkan status sebagai seorang ekstremis yang kemudian pada hari Senin (11/10), statusnya berubah menjadi seorang teroris.

Dalam Instagramnya, Navalny mengatakan bahwa komisi penahanannya secara diam-diam melakukan voting terhadap dirinya mengenai perubahan statusnya. Tanpa diketahui sebelumnya, statusnya kemudian berubah menjadi seorang teroris.

“Sekarang sudah ada tanda di dalam kamar penahanan saya, bahwa saya sekarang merupakan seorang teroris” ucap Navalny dalam unggahannya yang dibantu oleh pengacaranya.

Sejauh ini, tidak ada respon yang datang dari pihak Rusia mengenai perubahan status dirinya. Kemudian juga Federal Penitentiary Service (FSIN) (Lembaga pelayanan masyarakat Rusia) tidak memberikan komentar terkait permasalahan tersebut.

Navalny yang pada saat ini berumur 45 tahun mengatakan bahwa dirinya secara sukarela menerima statusnya sebagai seorang teroris. Ia kemudian mengatakan bahwa dirinya merasa sedikit diuntungkan karena jadwal pengecekan malam oleh penjaga menjadi semakin berkurang frekuensinya.

Tindakan tersebut kemudian menandai adanya eskalasi antara dirinya dengan tekanan dari sirkel terdekat Putin karena ia menjadi kritikus terhebat dan terberat yang dihadapi Putin pada saat ini. Meskipun pada saat ini ia sedang dalam masa penjara selama 2,5 tahun dengan beberapa tuduhan, ia mengatakan bahwa ambisinya dalam perpolitikan tidak akan pernah pudar, melainkan akan terus bertambah.

Navalny bersamaan dengan kelompok dan gerakannya mengalami masa-masa berat pada bulan Juni silam ketika pengadilan memutuskan dirinya dari seorang aktivis menjadi seorang ekstremis. Semua gerakan, kelompok dan partai yang ia miliki dibredel oleh pemerintah. Kemudian pada bulan Agustus silam, pengadilan membuka kembali kasus Navalny ke dalam pengadilan dengan adanya upaya untuk memenjarakan dirinya selama satu dekade lamanya.

Terkait Penghargaan Nobel untuk Perdamaian, banyak pendukungnya yang mengkritisi bahwa pemberian penghargaan kepada Dmitry Muratov tidaklah tepat karena Navalny lebih tepat menjadi penerima penghargaan Nobel tersebut.

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Presiden Korea Selatan Janji untuk Ciptakan Perdamaian dengan Korea Utara

25 Oktober 2021 - 18:43 WIB

Moon Jae-in-VOA

Badan PBB Perkirakan lebih dari Setengah Juta Warga Afghanistan akan Hadapi Krisis Makanan Akut

25 Oktober 2021 - 17:01 WIB

Ilustrasi Krisis di Afghanistan-HRC

Putin: Keberadaan Militer NATO di Ukraina Merupakan Ancaman

25 Oktober 2021 - 15:49 WIB

Putin-CaspianNews

Israel akan Dirikan 1300 Rumah Baru di West Bank, Palestina dan Yordania serta Aktivis Tidak Senang

25 Oktober 2021 - 14:06 WIB

Ilustrasi West Bank-BBC

Biden Menjadi Presiden AS Paling Buruk semenjak Perang Dunia II

25 Oktober 2021 - 13:08 WIB

Joe Biden-DW

Austria akan Legalkan Hukum untuk Bunuh Diri yang Dibantu

25 Oktober 2021 - 01:42 WIB

Ilustrasi Austria-GlobalTimes
Trending di kempalanmanca