KEMPALAN: Siapa yang tak kenal dengan nama Josef Stalin, seorang pemimpin Uni Soviet kelahiran Georgia tahun 1878 ini naik karirnya bersama dengan Lenin maupun Trotsky dan berhasil mendapatkan posisi tertinggi dalam kepemimpinan negara Komunis itu, yakni sebagai Perdana Menteri Uni Soviet mulai tahun 1946 sampai 1953.
Melansir BBC, Stalin lahir pada 18 Desember 1879 di Gori, Georgia yang pada saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Rusia dengan nama Iosif Vissarionovich Dzhugashvili. Ia lahir dalam keluarga miskin dan kerap dirundung oleh anak-anak lain, hal ini menyebabkan dirinya terdorong untuk selalu ingin membuktikan dirinya.
Dzhugashvili pernah dikirim oleh ibunya untuk belajar di Tiflis, ibukota Georgia pada tahun 1895 agar dapat menjadi pendeta, namun ia justru lebih tertarik dengan ajaran sosialisme ilmiah yang digawangi oleh Karl Marx serta bergabung dengan kelompok sosialis dan mendedikasikan hidupnya untuk gerakan revolusioner melawan kerajaan Rusia.
Stalin muda bergabung dengan partai Bolshevik dan melakukan perang gerilya pertama kali ketika Revolusi Rusia berkecamuk pada tahun 1905, ia mencuri sekitar 3,4 milyar dolar untuk mendukung perjuangan tersebut dari sebuah bank di Tiflis pada tahun 1907. Ia menggunakan nama “Stalin” yang berarti “baja” pada tahun 1907 ketika istri pertamanya, Ketevan Svanidze meninggal terkena tifus pada 1907.
Menurut History, ketika Partai Bolshevik mengambil alih kekuasaan di Rusia pada November 1917 lalu Uni Soviet dibentuk pada 1922 Stalin berhasil menjadi Sekretaris Jenderal dari Komite Sentral Partai Komunis. Saat Lenin wafat tahun 1924, dalam struggle for power, Stalin berhasil mengalahkan rival-rivalnya dan menjadi pemimpin Uni Soviet di akhir 1920an.
Pada akhir 1920an, Stalin melancarkan apa yang disebut dengan rencana lima tahun yang bertujuan untuk mengubah Uni Soviet dari masyarakat petani menjadi negara adidaya yang bercorak industri. Rencana pembangunannya berfokus pada kontrol pemerintah terhadap perekonomian, termasuk pengambilalihan ladang pertanian dan bagi mereka yang melawan atau menolak perintah akan ditembak mati atau diasingkan.
Pengasingan yang digawangi pada masa Stalin ini disebut dengan Sistem Gulag yang pernah menjadi tema sentral dalam buku One Day in the Life of Ivan Denisovich karya Alexander Solzhenitsyn yang meraih hadiah nobel sastra pada tahun 1970.
Selain itu…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi