Selain itu, Stalin juga mencanangkan Pembersihan Besar-Besaran (Great Purge) pada 1930an, yakni serangkaian upaya yang dibentuk guna membersihkan Partai Komunis dan sebagian besar dari masyarakat Soviet dari orang-orang yang dianggapnya mengancam. Ia juga membentuk citranya agar terlihat sangat bagus, yang mana kota diganti dengan namanya (Stalingrad, sekarang menjadi Volgograd). Bahkan upayanya berjalan lebih jauh dengan menuliskan kembali sejarah Soviet.
Pria asal Georgia ini pernah menandatangani Pakta Nonagresi Jerman-Soviet dengan Adolf Hitler pada tahun 1939 yang dilanggar oleh Nazi Jerman pada Juni 1941 dengan menginvasi Uni Soviet. Kemenangan didapatkan Stalin ketika Pertempuran Stalingrad yang mana Pasukan Merah berhasil mengalahkan pasukan Jerman dan mendorongnya keluar Rusia.
Di masa senjanya, ia tetap aktif dalam dunia politik dengan membentuk pemerintah Komunis di negara-negara Eropa Timur, salah satunya Polandia juga memberikan izin kepada Kim Il Sung dari Korea Utara yang berhalauan komunis untuk melakukan invasi ke Korea Selatan pada 1950 dan memicu Perang Korea.
Selama hidupnya, Stalin juga menulis sejumlah buku, yakni The Road to Power, Economic Problems of Socialisme in the USSR, Dialectical and Historical Materialisme, Foundations of Leninism, Anarchism or Socialism?, dan History of the Communist Party of the Soviet Union.
Stalin meninggal pada 5 Maret 1953 pada usia 74 tahun, tepat hari ini, 69 tahun yang lalu. Apa yang ia bangun tidak diteruskan oleh penerusnya, Nikita Khruschev. Bahkan ada upaya destalinisasi Uni Soviet di bawah Khruschev. (BBC/History, Reza Hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi