Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 12 Okt 2021 08:35 WIB ·

Prof Bill vs Prof. Mahbubani


					Joko Widodo. (Kominfo) Perbesar

Joko Widodo. (Kominfo)

KEMPALAN: Pernyataan Prof. Kishore Mahbubani bahwa Jokowi adalah presiden jenius mendapat liputan luas dan memantik kontroversi terbuka. Artikel yang ditulisnya menyebar luas dan dikutip oleh semua media massa. Para politisi berdebat antara yang pro dan kontra. Lovers dan haters Jokowi saling serang dan terlibat perang di media sosial.

Prof. Mahbubani adalah intelektual internasional dari Singapura. Ia masuk dalam daftar 100 intelektual paling berpengaruh di dunia. buku-buku karyanya menjadi bacaan wajib di berbagai universitas Asia, Eropa, dan Amerika.

Meski begitu, namanya tidak dikenal luas di Indonesia, kecuali dalam lingkungan terbatas di kampus tertentu, atau di komunitas ilmuwan sosial tertentu. Para politisi dan pendebat–yang suka gontok-gontokan di media–tidak banyak yang tahu reputasinya, apalagi membaca buku-bukunya.

Dalam banyak perdebatan di media massa, mereka yang pro maupun yang kontra tidak terlihat mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai Prof. Mahbubani dan karya-karyanya. Bahkan, rata-rata tidak bisa mengingat nama atau mengeja nama Prof. Mahbubani dengan benar.

Toh, itu tidak menjadi halangan untuk saling berdebat dan bersitegang mengenai pernyataan Prof. Mahbubani. Bagi mereka, tampaknya, tidak penting memahami pemikiran seorang intelektual dan latar belakangnya sebelum memperdebatkan hasil pemikirannya. Yang penting debat, yang penting saling hujat. Itulah ciri khas pertunjukan ‘’politainment’’, politik entertainmen yang ditayangkan di televisi dan berbagai platform media di Indonesia.

Tidak banyak yang tahu, ternyata, hampir bersamaan dengan heboh artikel Prof. Mahbubani, muncul artikel mengenai Jokowi dari seorang profesor yang tidak kalah mentereng kredensial dan reputasinya dibanding Mahbubani. Dia adalah Prof. William Liddle atau lebih dikenal sebagai Prof. Bill Liddle. Di kalangan inteleketual Indonesia Prof. Liddle sering dipanggil dengan panggilan akrab ‘’Pak Bill’’.

Di kalangan kampus dan pemerhati politik Indonesia nama Pak Bill jauh lebih mentereng dan dihormati dibanding Mahbubani. Pak Bill layak disebut ‘’suhu’’ karena pengetahuan dan pengalamannya yang ‘’ngelontok’’ mengenai politik Indonesia. Ia guru besar ilmu politik dari Ohio State University, Amerika Serikat yang sudah melahirkan ratusan ilmuwan dan pengamat politik terkemuka Indonesia. Pak Bill melakukan pengamatan politik di Indonesia sejak 1960-an sampai sekarang.

Kali ini Pak Bill menulis bersama Saiful Mujani, salah seorang pengamat politik terkemua yang juga murid Pak Bill. Tulisan itu tayang di jurnal internasional ‘’Journal of Democracy’’ edisi Oktober 2021, nomor 4 volume 32, dengan judul ‘’Indonesia: Jokowi Sidelines Democracy’’ (Indonesia: Jokowi Meminggirkan Demokrasi).

Analisis Pak Bill…

Artikel ini telah dibaca 175 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kidung Sukmawati

27 Oktober 2021 - 09:26 WIB

Superman LGBT

26 Oktober 2021 - 08:32 WIB

Akil Balig

25 Oktober 2021 - 08:31 WIB

Bill Gates dan Sukmawati

24 Oktober 2021 - 06:35 WIB

Kabinet Squid Game

23 Oktober 2021 - 07:59 WIB

Republik Celeng

22 Oktober 2021 - 07:54 WIB

Trending di Kempalpagi