Senin, 11 Mei 2026, pukul : 21:56 WIB
Surabaya
--°C

Abdulrazak Gurnah, Pemenang Penghargaan Nobel untuk Literatur

Abdulrazak Gurnah-DW

Kempalan: Penulis novel asal Tanzania, Abdulrazak Gurnah mendapatkan penghargaan Nobel untuk Literatur pada tahun 2021 meskipun dikatakan ia tidak menyangka akan memenangkannya. Komite Nobel memberikan penghargaan tersebut kepada Gurnah karena karyanya yang mencoba untuk menjelaskan efek dari kolonialisme.

Melansir dari FinancialTimes, Gurnah sedang menyeduh the untuk dirinya pada Kamis Sore ketika ia mendapatkan telpon dari pihak Nobel bahwa dirinya mendapatkan penghargaan besar tersebut. Pria berumur 72 tahun yang lahir di Tanzania pada tahun 1948 namun mendapatkan gelar PhD di University of Kent hingga pada akhrinya mengajar literatur pos-kolonialisme disana.

“Hal ini sangat luar biasa—dengan hadiah yang sangat besar dan spesial dari banyaknya penulis yang menarik. Saya dengan senang mengambilnya. Hal ini sangat mengejutkan sampai-sampai saya harus menunggu untuk mendengarnya diumumkan secara langsung” ucap Gurnah, melansir dari BBC.

Kebanyakan novel buatannya memiliki tema migrasi yang ia sebut sebagai “Fenomena sehari-hari”. Ia mengatakan bahwa tema tersebut akan relevan dalam memandang dunia pada saat ini terlebih lagi bagi yang berasal dari Selatan. Tidak heran jika komite Nobel menyebutkan bahwa karyanya “Sangat menyentuh emosi untuk mempenetrasi efek dari kolonialisme serta nasib bagi para pengungsi yang ada di perbedaan budaya dan tempat”.

“Hal tersebut telah ada bersama kita setiap harinya. Banyak orang meninggal, banyak orang pesakitan di seluruh dunia. Kita harus menyadari isu tersebut dengan cara yang paling baik” ucap Gurnah.

Dalam karyanya yang berjudul Paradise yang dirilis pada tahun 1994, buku tersebut menceritakan mengenai sebuah anak kecil yang tumbuh di Tanzania pada awal abad ke-20. Karyanya tersebut berhasil menjadikan dirinya dipandang karena dinominasikan dalam Booker Prize sekaligus menandai keberhasilan karirnya sebagai novelis. Dalam novelnya tersebut, ia menjelaskan stereotip yang ada dengan cara deskripsi serta membuka pikiran pembaca mengenai budaya yang sangat plural di Afrika Barat yang kebanyakan orang di dunia tidak mengetahuinya.

Gurnah menjadi penulis hitam pertama asal Afrika yang memenangi penghargaan Nobel setelah Wole Soyinka pada tahun 1986. Ia akan menerima hadiah sebesar 10 Juta Krona atau sekitar 1, 14 Juta USD.

(BBC/FinancialTimes, Muhamad Nurilham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.