Muhammad Nurilham, Jurnalis Kempalan & Mahasiswa HI Unair
Kempalan: Peristiwa 9/11 yang menghilangkan sekitar 3000 nyawa memberikan banyak peninggalan serta nilai-nilai kehidupan yang sangat bermakna pada saat ini. Tidak hanya sekadar penargetan terhadap teroris yang menandai perubahan bentuk perang, namun lebih dasar yaitu ancaman, ketakutan, hingga rasa kehilangan yang mendalam.
Pesawat yang secara normalnya membawa penumpang, kargo dan lainnya berubah menjadi misil pada tanggal 9 bulan September tahun 2001 yang mengakibatkan kematian hingga kehancuran serta rasa ketakutan di seluruh dunia. Dunia bersedih pada saat itu karena tragedi tersebut tidak hanya mengagetkan banyak orang namun juga membawa rasa kegelisahan.
Telah 20 tahun lamanya sejak peristiwa tersebut terjadi, namun masih membekas hingga saat ini. Keluarga korban masih berkabung mendoakan arwah korban tragedi tersebut, hingga nama pelaku yang masih akan selalu diingat sebagai pengkhianat “Kemanusiaan”.
Rasa insecurity dan ketakutan masih ada namun masyarakat dunia sudah mulai terbiasa. Clash of Civilization semakin menguat, Xenofobia menjadi semakin muncul dimana-mana hingga gerakan anti-migran atau mungkin anti-Muslim masih terus menguat hingga saat ini.
Lalu apa sekiranya nilai yang dapat diambil dari tragedi mengerikan ini? Menurut penulis, yang bisa diambil adalah mengenai motto “United We Stand” yang pada saat itu hingga saat ini masih memiliki makna yang dalam. Berdiri dan bangkit bersama untuk menghadapi ketidakpastian di dunia ini demi satu hal yang penting yaitu kemanusiaan. Seyogyanya, “United We Stand” menjadi salah satunya strategi bagi manusia untuk dapat tetap hidup di masa ini hingga masa depan nantinya.
Bukan perpecahan lagi yang dibutuhkan dunia pada saat ini. Bukan konflik lagi yang dibutuhkan oleh dunia di era sekarang. Tetapi integrasi dan kerja sama antara semua masyarakat internasional untuk dapat membuat sebuah kehidupan yang lebih baik. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi