WASHINGTON-KEMPALAN: Serangan 11 September atau yang lebih dikenal dengan peristiwa 9/11 menjadi salah satu peristiwa yang merubah babak sejarah baru sejarah umat manusia selamanya. Bagaimana tidak, AS yang menjadi pemenang satu-satunya pasca Perang Dingin usai telah menghadapi musuh baru, bukan dari suatu negara, namun dari sekelompok teroris yang bahkan dianggap lebih berbahaya.
Suatu kelompok teroris yang mengubah sejarah AS dan membentuk tindakan AS hingga saat ini karena tindakannya yang menunjukkan bahwa AS sebagai negara “Paling kuat” ternyata sangat rentan terhadap suatu serangan.
Peristiwa 9/11 adalah serangkaian tindakan teror yang sistematis terhadap beberapa target di New York dan Washington D.C yang dilakukan oleh kelompok teroris Al-Qaeda. Al-Qaeda membajak total 4 pesawat penumpang dan dengan sengaja menabrakkan pesawat tersebut ke beberapa tempat strategis di AS.
Dua pesawat menuju ke Menara Kembar World Trade Center yang merupakan simbol kejayaan liberalisme, satu pesawat menabrak ke Pentagon yang merupakan gedung Departemen Pertahanan AS dan satu pesawat yang gagal karena terjatuh sebelum menuju ke target di Washington D.C.
Menurut laporan dari tim investigasi 9/11, sekiranya terdapat kurang lebih 3000 orang yang tewas dalam serangan teror tersebut.
Presiden Bush dengan sigap menunjukkan tindakan superior dengan langsung memberikan sepatah kalimat dalam pidatonya bahwa AS akan memasuki babak baru peperangan, bukan dengan negara, namun terhadap teroris.
“Serangan yang bertempat di AS, namun tepat di pusat hati dan nyawa dari masyarakat dunia. Dunia telah muncul bersama untuk menghadapi bentuk peperangan baru yang akan menjadi pertama serta terakhir di abad ke-21.
Sebuah perang melawan siapapun yang memberikan teror dan perang melawan pemerintah manapun yang mendukung atau memberikan perlindungan terhadap kelompok terorisme” ucap Presiden Bush pada 11 Oktober 2001.
Pasca hal itu, AS memulai kampanye militer internasional yang disebut War on Terror yang dianggap sebagai babak baru perang abad ke-21. AS telah berkoalisi dengan total lebih dari 120 negara yang bersatu mendukung War on Terror.
“Pesan untuk semua negara di dunia adalah bahwa akan ada kampanye untuk melawan semua tindakan terorisme di dunia dengan skala internasional.
Orang yang cinta akan kebebasan dan perdamaian akan mengerti bahwa terorisme tidak mengenal perbatasan, dan teroris akan menyerang untuk membawa ketakutan serta mengubah tindakan negara yang cinta akan kebebasan. Kita tidak akan membiarkan mereka (teroris) melakukan hal itu” ucap Bush.
War on Terror yang dilayangkan oleh AS mengubah banyak bentuk yang ada di dunia. Mulai dari bentuk diplomasi, bentuk peperangan, bentuk koalisi hingga hal lainnya. (US DoS/CNN, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi