BANGUI-KEMPALAN: Menurut laporan dari organisasi penyelidikan di Amerika Serikat, anak perusahaan pembuat bir asal Prancis kemungkinan besar memasok dukungan keuangan dan logistik pada kelompok militan yang ada di Republik Afrika Tengah (CAR).
Perusahaan Gula Afrika dari Republik Afrika Tengah (SUCAF RCA) yang menjadi anak perusahaan Castel Group telah membantu milisi untuk melakukan kejahatan dengan memberikan pendanaan di balik layar.
Kelompok yang mereka danai bernama Peace Unity di CAR (UPC). Perusahaan itu sepakat untuk mendanai mereka dengan posisi kelompok itu memberikan keamanan pada anak perusahaan Prancis itu agar Castel Group dapat tetap mempertahankan sektor gula di Afrika Tengah.
Kesepakatan itu memperbolehkan mereka untuk mengamankan sejumlah pabrik dan lahan tebu serta menjamin jalur yang bebas bagi SUCAF RCA. Hal ini dilakukan perusahaan itu agar tetap dapat memonopoli pendistribusian gula di negara itu.
Menurut The Sentry yang dikutip oleh Anadolu Agency, SUCAF RCA membentuk sebuah sistem pembayaran informal yang canggih untuk mendanai kelompok itu melalui pembayaran langsung maupun tidak langsung.
Dua orang yang mendapatkan manfaat kesepakatan tersebut dan namanya disebut dalam laporan The Sentry ialah jenderal Ali Darassa yang memimpin kelompok itu mendapatkan $31.000 per tahun, sementara Hassan Bouba yang menjadi koordinator politik UPC mendapatkan $20.000 per tahun hingga tahun 2019.
The Sentry pada akhirnya mendesak dunia internasional untuk menyelidiki perusahaan itu yang dianggap mencari kesempatan dalam kesempitan dari suatu wilayah yang dilanda konflik seraya menyerukan bahwa para korban UPC harus diberi kompensasi. Namun Castel Group menolak tudingan bahwa diri mereka terlibat dengan aktivitas kelompok tersebut. (AA, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi