KUALA LUMPUR-KEMPALAN: Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin resmi mengundurkan diri pada Senin (16/8) setelah memimpin negara Asia Tenggara itu selama 17 bulan saja sebagai perdana menteri kedelapan. Bersamanya, ada delapan menteri lain yang juga turut mengundurkan diri dari jabatannya.
“Sudah jelas bahwa saya kehilangan dukungan mayoritas. Jadi, tidak perlu lagi untuk memastikan legitimasi saya sebagai Perdana Menteri di Parlemen,” tutur pria tersebut.
“Jadi hari ini, saya telah mengajukan pengunduran diri sebagai Perdana Menteri dan juga pengunduran diri seluruh kabinet saya seperti yang disyaratkan oleh Konstitusi Federal,” ujar Muhyiddn dalam pengumuman khusus yang disiarkan secara langsung melalui televisi.
Dia menambahkan bahwa dia tidak akan bekerja dengan “kleptokrat” dan mengganggu proses peradilan negara untuk tetap berkuasa. Muhyiddin berharap pemerintahan baru dapat segera dibentuk untuk memastikan pemulihan ekonomi dan peluncuran vaksin Covid-19 berjalan lancar.
Anggota Parlemen Pagoh itu mengajukan surat pengunduran diri kepada Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah selama audiensi dengan sang raja di Istana Negara pada pagi hari ini. Raja Malaysia itu juga menambahkan bahwa pemilihan umum dalam waktu dekat “bukanlah pilihan terbaik” karena kesejahteraan dan keamanan rakyat.
Muhyiddin yang juga menjadi presiden Bersatu, menjadi perdana menteri pada 1 Maret tahun lalu usai pengunduran diri Tun Mahathir Muhammad pada 24 Februari. Muhyiddin akan tetap sebagai perdana menteri “sementara” sampai pemimpin baru ditunjuk, kata pernyataan istana.
Pengunduran diri itu terjadi ketika Malaysia bergulat dengan wabah Covid-19 terburuk dan pukulan ekonomi dari beberapa kali lockdown.
“Anda tidak perlu khawatir. Kabinet saya telah memesan lebih dari cukup vaksin untuk Anda semua, dan jika program vaksinasi berjalan dengan baik, Anda semua akan mendapatkan vaksinasi pada akhir Oktober, insya Allah,” tutur Yassin yang sekarang menjadi perdana menteri sementara.
Dia juga menegaskan kembali keyakinannya bahwa Malaysia akan keluar dari krisis pandemi ini “segera”. (Bernama/CNBC/TST, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi