JAKARTA-KEMPALAN: Kementerian Investasi bersinergi dengan PT Indosat Tbk (Indosat) dalam mengembangkan teknologi inovatif. Teknologi ini berbasis digital dengan nama Online Single Submission Risk Base Management atau disingkat OSS RBA.
Kerja sama ini secara legal terjalin pada Senin (9/8) yang diwakili oleh Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi. Dirinya menuturkan bahwa Kementerian Investasi telah melakukan proses OSS RBA. Dimana dapat diketahui bahwa tingkat kesukseskan dari sistem ini sebesar 83% dan 17% sisanya masih disesuaikan.
Menurut informasi, sistem Online Single Submission Risk Base Management (OSS RBA) adalah fitur digital yang memiliki layanan satu pintu dalam konteks perizinan dalam tingkatan kota, probinsi, hingga pihak Kementerian. Tujuannya adalah untuk mengefisiensikan terkait proses perizinan yang dulu dirasa cukup menyulitkan.
“Kami jujur, yang mengejakan ini perusahaan besar yakni Indosat bukan perusahaan kaleng-kaleng. Jadi kalau ada salah-salah ini (OSS RBA) merupakan tanggung jawab kami dari Kementerian Investasi dan Indosat,” ujar Bahlil Lahadiala pada saat Konferensi Pers Peluncuran OSS RBA, pada Senin (9/8).
Mantan Ketua HIMPI ini menuturkan, infrastruktur listrik dan internet adalah variabel yang masih menghambat dalam melaksanakan proses OSS RBA secara maksimal. Hal ini tentu wajar, karena listrik dan internet masih belum merata masuk ke daerah-daerah pelosok negeri.
Melihat kondisi ini, Bahlil berdalih jika pihak Kementerian Investasi akan memformulasikan aturan khusus pada daerah-daerah yang masih terkendala. Misalnya, dengan melakukan proses perizinan investasi secara tatap muka maupun jika memungkinkan maka akan melalui OSS RBA.
Di lain sisi, Steve Saerang selaku SVP Head of Corporate Communications Indosat mangafirmasi bahwa pihaknya memang menjalin sinergitas dengan Kementerian Investasi untuk mengembangkan proses layanan OSS RBA.
“Pengembangan sistem OSS RBA merupakan proyek yang bernilai strategis bagi Indosat Ooredoo. Oleh karenanya, kami melakukan pengembangan sistem dan menyiapkan infrastruktur yang diperlukan agar sistem OSS RBA bisa digunakan dengan baik di seluruh Indonesia,” beber Steve Saerang, dikutip dari Kontan, pada Rabu (11/8).
Ia memaparkan jika Indoesat akan hadir sebagai pihak yang kolaboratif, dalam hal ini kepada Kementerian Investasi. Dalam kemitraan ini, tupoksi utamanya adalah guna mereduksi berbagai problematika serta mengoptimalkan pada skala kebarhasilan yang sudah digagas. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi