GRESIK-KEMPALAN: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah punya terobosan baru terkait pandemi Covid -19 khusus nasib anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.
Orang nomer dua di Gresik ini akan menyiapkan beasiswa khusus pendidikan kepada anak yatim bahkan piatu yang orang tuanya meninggal karena pandemi Covid-19. Pernyataan tersebut disampaikan wakil bupati Aminatun Habibah di sela-sela menerima bantuan sosial dari Dinsos Provinsi Jatim, Wings Peduli dan dari berbagai pihak, di ruang Mandala Bakti Praja Pemkab Gresik Senin (9/8).
Wakil Bupati yang akrab di sapa Bu Min ini merasa terenyuh saat mendapati salah satu keluarga korban Covid-19 tersebut meninggalkan anak yang masih sekolah.
Secara spotan Bu Min memberikan bantuan secara tunai kepada anak yatim bahkan piatu.
Selain memberi bantuan secara pribadi Bu Min, Panggilan akrab Wabup Gresik menjelaskan Para anak yang kehilangan orang tua akibat covid ini juga menerima sejumlah bantuan dari berbagai pihak. UPT Perlindungan Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra (PRSMP) Surabaya.
Sejumlah dana dan bahan logistik diberikan oleh UPT Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bersama Wings Peduli di Ruang Mandala Bakti Praja. Lembaga ini juga memberikan bantuan layanan dukungan psychososial kepada para anak yang kini sudah yatim, bahkan yatim piatu.
Dalam sambutannya, Bu Min Wabup mengingatkan kepada anak-anak agar terus melakukan protokol kesehatan, mencuci tangan pakai sabun dan menghindari kerumunan. Wabup juga memberikan semangat kepada para anak yang telah kehilangan orang tuanya tersebut untuk semangat belajar.
“Jangan putus asa meski anak-anakku ini telah kehilangan bapak atau ibu bahkan keduanya. Teruslah belajar bahkan harus lebih semangat. Pemerintah telah menyiapkan beasiswa untuk membiayai sekolah anak-anak semua,” kata Wabup.
Dalam pernyataannya, Wabup menjelaskan, untuk mendapatkan beasiswa dari pemkab Gresik ada tiga jalur yang bisa ditempuh, yaitu melalui jalur prestasi, jalur bagi pelajar tidak mampu dan jalur prestasi keagamaan.

Jalur-jalur tersebut kata Bu Min akan dikoordinir oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ketiga OPD yang diminta bertanggung jawab menangani program beasiswa tersebut yakni Dinas Kepemudaan dan Olahraga yang bertanggung jawab terhadap pelajar di jalur prestasi dan Dinas Sosial berada di jalur beasiswa bagi pelajar kurang mampu. Sedangkan jalur prestasi keagamaan seperti hafidz dan hafidzah akan dikoordinir oleh Bagian Kesra Setda Kabupaten Gresik.
Ketiganya oleh Bu min di target untuk memenuhi kuota peserta beasiswa. Target yang ditetapkan Bupati setiap tahunnya dapat memberikan beasiswa kepada ribuan pelajar.
Pada kesempatan itu, Bu Min juga menceriterakan tentang anak-anaknya dulu yang sejak kecil sudah ditinggal bapaknya.
“Suami saya dulu meninggal saat anak-anak saya masih kecil. Alhamdulillah, saat ini pendidikannya juga sudah selesai bahkan sudah lulus S2. Makanya, anak-anak harus tetap semangat belajar agar kelak mendapat kesuksesan.” kata Bu Min.
Kepala UPT PRSMP, Pitono mengatakan bahwa pihaknya membawa beberapa orang instruktur untuk memberikan bantuan layanan psychososial.
“Layanan kami tidak hanya kepada anak yang hadir disini, tapi anak-anak yang belum sempat hadir akan kami datangi rumahnya,” kata Pitono.
Plt Kepala Dinas Sosial Mukhibatul Khusnah mengakui bahwa tidak semuanya anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat covid ini bisa hadir disini.
“Jumlahnya belum terinput semuanya, saat ini tengah proses. Pemerintah Kabupaten Gresik tengah menyiapkan paket bantuan untuk meringankan beban anak-anak tersebut sehingga masa depan anak-anak ini bisa lebih terjamin” Tandasnya. (Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi