SURABAYA – KEMPALAN : Di tengah upaya tenaga kesehatan di Kota Surabaya berjuang melawan penyebaran virus Covid-19, pemberian insentif terhadap tenaga kesehatan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang terlibat dalam pandemi, dikurangi. Sejumlah nakes pun mengeluh karena tunjangan yang diterima berkurang.
Pengurangan insentif tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/156/436.1.2/2021 Tentang Pemberian Insentif Bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Corona Virus Disease -19 (Covid-19). Dalam salinan SK itu disebutkan insentif yang diterima para tenaga kesehatan maksimal 75 persen dari besaran yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4239/2021.
“Munculnya SK itu membuat gundah gulana karena insentif yang diterima dipotong 25 persen dari tahun sebelumnya,” ujar seorang nakes berinisial INN melalui sambungan telepon, 3 Agustus 2021.
Kegundahan ini berawal dari pencairan insentif Januari-Mei yang diterima pada 26 Juli lalu, dimana insentifnya berkurang 25 persen. Dari yang biasanya mendapatkan Rp5 juta menjadi Rp3,75 juta saja. Padahal sebelumnya insentif untuk kegiatan swab juga dihapus. Yang makin membuat gundah, kata INN, pemotongan insentif hanya dialami tenaga kesehatan yang ada di level puskesmas saja.

Pemotongan insentif ini menggelisahkan para nakes di tengah program Pemkot Surabaya yang menyiagakan puskesmas 24 jam, tracing pasien Covid-19 dan yang terbaru yaitu Rumah Sehat. Apalagi menurut INN, pihaknya tidak pernah menerima sosialisasi mengenai SK tersebut. “Dan lagi kenapa nakes di puskesmas yang harus dipotong tapi yang lainnya tidak. Kok tega banget,” keluhnya.
Menurutnya, kegundahan ini dialami seluruh nakes di puskesmas. Tapi tidak semua berani bersuara lantaran sejumlah nakes vokal sudah mendapat pengawasan khusus dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya. “Apalagi yang statusnya outsourcing takut kalau tidak diperpanjang kontraknya. Jadi teman-teman takut karena diancam,” ujarnya.
Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara sudah dikonfirmasi mengenai adanya pengurangan insentif bagi tenaga kesehatan itu. Dia memberikan penjelasan cukup panjang tapi dia menolak pernyataannya dikutip. “Saya keberatan pernyataan saya dikutip,” ujarnya. (nani mashita)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi