Kongres PSSI 2021

Dibuka Menpora, Persilakan Klub Ganti Nama

  • Whatsapp
Peserta kongres foto bersama Raffi Ahmad, pemilik RANS Cilegon FC.

JAKARTA-KEMPALAN: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali membuka
Kongres Biasa PSSI 2021 di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (29/5) siang. Namun, sebelum Menpora Zainudin Amali membuka acara kongres tahunan tersebut, Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochmad Iriawan dan Ketua KONI pusat, Marciano Norman sudah terlebih dahulu memberikan kata sambutan.

Kendati begitu, Kongres PSSI itu baru benar-benar dibuka usai Menpora Zainudin Amali memberikan kata sambutan. Pada acara yang juga dihadiri mantan Ketum PSSI, Agum Gumelar tersebut, Amali berharap banyak dengan diadakannya Kongres Biasa PSSI 2021.

Amali menantikan hasil kongres terkait kepastian Liga 1 dan 2 musim 2021-2022 yang memang menjadi pusat perhatiannya. Sebab ia mau kompetisi sepak bola segera bergulir.

Menurut pemaparan Zainudin, masyarakat rindu akan hiburan dari pertandingan sepak bola. Namun, ia tegaskan bahwa kompetisi sepak bola tetap harus mengikuti protokol kesehatan agar semuanya berjalan dengan baik.

“Kongres kali ini dijalankan di tengah-tengah pandemi. Tentu berbeda dengan saat saya membuka Kongres PSSI di Bali,” ungkap Menpora Zainudin, Sabtu (29/5). “Dengan ini saya resmikan pembukaan Kongres PSSI 2021,” tambahnya.

Dalam penyambutan Kongres PSSI itu, Menpora Amali juga menyinggung masalah surat izin keramaian dari Polri yang masih belum turun. Ia meminta kepada para exco PSSI tidak usah khawatir karena ia menjamin surat tersebut turun.

Masalah surat izin keramaian belum turun ke pihak PSSI, Amali mengatakan itu hanya karena Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo sedang berada di Papua. Jika Kapolri sudah di Jakarta, maka proses surat izin keramaian akan segera selesai.

“Saya sudah menandatangani rekomendasi untuk digelarnya Liga 1 dan Liga 2. Jadi, saya jamin bahwa surat izin keramaian dari Polri akan segera turun. Kini kita hanya menunggu kehadira Kapolri di Jakarta,” tambahnya.

Pada Kongres Biasa PSSI 2021, terdapat dua agenda besar yang akan dibicarakan. Dua agenda itu adalah laporan pelaksanaan program PSSI tahun 2020 dan rencana program PSSI tahun 2021.

Restui Pergantian Nama Klub

Dalam kongres ini, PSSI merestui pergantian nama ratusan klub Liga 2 dan Liga 3. Namun, tidakk ada pergantian nama untuk klub dari Liga 1.

Pengesahan nama klub baru di sepak bola Indonesia menjadi satu di antara agenda yang dibahas pada Kongres Tahunan PSSI 2021. Wakil Ketua PSSI, Iwan Budianto, memastikan klub-klub yang sudah mendapatkan restu dipersilakan untuk menggunakan nama baru.

“Ada beberapa penambahan klub dan ada persetujuan pengubahan nama. Itu jumlahnya ratusan, jadi enggak mungkin kami sebut satu persatu. Saya rasa ada liga 3 dan Liga 2. Liga 1 enggak ada,” kata Iwan.

Dengan demikian, RANS Cilegon FC, Muba BaBel United, Dewa United, PSG Pati dan Hizbul Wathan FC sudah bisa menggunakan namanya. Adapun untuk Bhayangkara Solo FC dan Persikabo 1973 batal digunakan.

Iwan Budianto menyebut, kedua klub tersebut batal berganti nama karena tidak mengirimkan surat resmi pada PSSI. Keduanya dipastikan akan menggunakan nama lama, yakni Bhayangkara FC dan Tira Persikabo.

“Ada dua klub liga 1 yang tadinya mengajukan perubahan nama, yaitu Bhayangkara FC jadi Bhayangkara Solo. PS Tira jadi PS Tira Persikabo. Akan tetapi, sampai akan dinaikkan sebagai agenda kongres tak ada surat resmi yang mereka sampaikan dan belakangan kita tahu mereka tidak jadi berubah nama,” ucap Iwan Budianto.

Selain pengesahan nama baru untuk klub Liga 2 dan Liga 3, Kongres Tahunan PSSI 2021 juga memutuskan format Liga 1 2021/2022. Kompetisi elite Indonesia itu akan digelar dengan format kompetisi penuh menggunakan sistem series.

Iwan Budianto menambahkan, Liga 1 2021/2022 dengan format series ini akan berakhir pada Maret 2022. Adapun untuk jadwal kick-off dimulai pada 10 Juli 2021.

Keputusan memundurkan jadwal kick-off dilakukan untuk menunggu perwakilan Indonesia di Piala AFC 2021. Seperti diketahui, Bali United dan Persipura Jayapura akan bertanding di turnamen elite Asia tersebut.

“Targetnya tetap selesai Maret dan startnya saja yang awalnya 3 Juli menjadi 10 Juli. Sambil menunggu wakil kita yang bermain di Piala AFC,” tegas Iwan. (oz/bn/pin)

Berita Terkait