Ultah Khofifah

Netizen Suarakan Tagar “Tangkap Gubernur Jatim”

  • Whatsapp
Unggahan warganet yang membandingkan penanganan pelanggaran Prokes terhadap Khofifah dengan Habib Rizieq Shihab

SURABAYA-KEMPALAN : Dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa makin membuat warganet marah. Secara terang-terangan, mereka membuat tagar #TangkapGubernurJatim, Jumat (28/5).

Mereka geram dengan pesta ulang tahun Ketua Muslimat Nadhlatul Ulama yang diselenggarakan di halaman Gedung Negara Grahadi, 19 Mei 2021 lalu. Apalagi upaya klarifikasi tertulis yang beredar di media dianggap tidak masuk akal.

“Alangkah malunya aku punya gubernur kayak gini, #TangkapGubernurJatim,” cuit akun @sutrisnotopan.

Mereka tidak mempercayai klarifikasi yang menyebut pesta dibuat secara spontan dan tanpa sepengetahuan Khofifah, sebagai orang nomor satu di Jatim.

“Gubernur Jatim melaksanakan tasyakuran ulang tahun itu tidak melanggar prokes. Acara dilakukan secara tidak sengaja. Demikian kata anak buah Khofifah. Tidak sengaja tapi dimeriahkan oleh artis Katon Bagaskara. Jangankan mencari tauladan, menyadari dirinya salah saja tak mau,” cuit salah satu netizen di akun @saidi_sudarsono.

Dia kemudian mengingatkan nasib pahit yang dialami mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) yang terbelit kasus hukum terkait pelanggaran prokes.

“Aneh banget jika Ibu Khofifah tak diproses hukum sebagai pelanggar prokes. Aneh banget karena ada orang yang melakukan hal yang sama sampai dijatuhi pidana. Anehnya lagi Anies Baswedan juga pernah diperiksa polisi. Wis pokoke aneh pol-polan. #TangkapGubernurJatim,” imbuhnya.

Advokat M. Sholeh melaporkan dugaan pelanggaran Prokes oleh Khofifah Indar Parawansa ke Polda Jatim.

Merujuk pada kasus HRS, warganet lain menuliskan peluang Khofifah diadili terbuka lebar. Hal ini merujuk pada putusan Majelis Hakim PN Jakarta Timur menjatuhkan vonis 8 bulan penjara kepada Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam perkara kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

“Keputusan pengadilan memutuskan HRS bersalah penjara 8 bulan denda 20 juta. Maka keputusan tersebut bisa dijadikan landasan hukum (yurisprudensi) untuk menangkap dan mengadili Gubernur Jatim yang melakukan pelanggaran prokes covid 19,” terang @Ayang_Lagi6.

Netizen juga mengingatkan agar ada persamaan perlakuan di mata hukum.

“Equality before the law #TangkapGubernurJatim,” kata akun @AgusSamsir6.

Seperti diketahui, video pesta ulang tahun Khofifah di Gedung Negara Grahadi viral di media sosial. Tasyakuran yang diisi dengan panggung hiburan dengan menghadirkan penyanyi Katon Bagaskara dianggap mengundang kerumunan, yang menjadi barang haram di masa pandemi Covid-19.

Setelah video tersebut viral, Gubernur Khofifah memberikan klarifikasi dan permintaan maaf kepada publik.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan bunyi pesta ulang tahun Khofifah ada kerumunan atau serupa. Tidak ada lagu ulang tahun, tidak ada ucapan ulang tahun, tidak ada bersalam atau berjejer, juga tidak ada potong kue tart ultah,” kata Khofifah.

“Selesai acara, mereka makan terus pulang. Yang hadir Wagub (tanpa istri), saya tanpa putera, sekda dan beberapa OPD semua tanpa pendamping sebanyak 31 orang. Lepas dari itu semua saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya telah menjadikan suasana terganggu,” sambung gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Sejumlah pihak sudah melaporkan Khofifah ke kepolisian. Salah satunya advokat M. Sholeh yang melaporkan Khofifah terkait pelanggaran Surat Edaran (SE) Nomor 800/2794/SJ tentang Pembatasan Kegiatan Buka Puasa Bersama Pada Bulan Ramadhan dan Pelarangan Open House/Halal Bihalal Pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Sejumlah pihak menyuarakan agar insiden ini tidak diperpanjang ke ranah hukum. Tapi Sholeh punya pandangan berbeda.

“Biarkan proses hukum terus berjalan,” katanya. (Nani Mashita)

Berita Terkait