Menu

Mode Gelap

Kempalankuliner · 16 Apr 2021 05:58 WIB ·

Filosofi Kurma: Pohon Surga yang Membumi, Ketangguhan yang Berbuah Manis


					Filosofi Kurma: Pohon Surga yang Membumi, Ketangguhan yang Berbuah Manis Perbesar

KEMPALAN: Percayalah….Jika kita sedang memandang sebutir kurma, itu berarti kita sedang memandang salah satu keajaiban yang menjadi saksi peradaban manusia. Yang berasal dari pohon yang ketangguhannya di luar nalar. Yang membalas berbagai tekanan dan perlakuan alam yang begitu keras dengan buahnya yang manis.

Gurun pasir adalah salah satu tempat paling ekstrim di bumi. Begitu luas, kering, dan gersang, karena curah hujan yang sangat sedikit. Pada siang hari, suhunya mencapai 50 derajat Celcius. Gurun Sahara di Afrika Utara bahkan pernah mencapai 78 derajat Celcius. Dan pada malam hari, suhu mendadak anjlok sampai minus 15 derajat Celcius.

Nyaris tidak ada makhluk yang sanggup bertahan pada lingkungan seekstrim itu.
Namun Phoenix dactylifera, pohon kurma, mampu tumbuh subur bahkan menghasilkan buah berlimpah.

Pohon kurma memang sangat istimewa dan sudah ada sejak 5000 tahun sebelum masehi. Sejak masa mesopotamia dan prasejarah Mesir. Pahatan bergambar pohon kurma banyak ditemukan pada benda-benda prasejarah dari masa itu.

Pohon yang bisa hidup sampai 150 tahun ini bentuknya tinggi menjulang sampai 23 meter, setara dengan gedung berlantai enam. Meski tinggi dan ramping, pohon itu sangat kuat dan berdiri tegar di gurun pasir. Bahkan tak tumbang juga meski dihantam badai pasir yang sering melanda kawasan gurun.

Ini ternyata karena pohon kurma memiliki akar yang begitu kuat. Akar pada pohon kurma berbeda dengan pohon kelapa atau sawit. Pohon kurma memiliki beberapa jenis akar sekaligus. Akar serabutnya terbagi sebagai akar atas atau akar udara, akar samping, akar tengah dan akar dalam. Akar sampingnya merayap tak lebih dari 1 meter dari bonggolnya. Menjadikannya sangat kokoh, sekaligus ramah pada tanaman tetangganya. Pohon kurma tidak merebut air dan unsur hara jatah tanaman tetangganya.

Akar dalamnya yang fenomenal, karena bisa menghujam hingga 12 meter ke dalam bumi. Akar ini terus tumbuh ke dalam mencari sumber air jauh di dalam gurun. Itulah mengapa, ada yang menggambarkan kurma sebagai pohon yang kakinya berada dalam air, tetapi kepalanya berada dalam kobaran api.

Pada dedaunannya ada lapisan lilin. Inilah yang membuat daun kurma segar menghijau pada panas yang ekstrim, di saat daun yang lain sudah layu dan mati pada suhu setinggi itu. Daunnya berwarna hijau keperakan, memantulkan sebagian cahaya dan panas matahari, mengalirkan angin, meningkatkan kelembaban, menurunkan suhu dan membantu menciptakan micro climate yang baik di sekitarnya.

Pohon kurma sering disebut juga “tree of life” atau pohon surga. Karena pohon ini memberikan kehidupan bagi para penjelajah gurun. Sebagai tempat berteduh dan berlindung, dan memberikan buah yang manis berair sebagai pelepas dahaga mereka.

Membawa Semua Kebaikan

Cara menanam kurma juga cukup unik. Sebuah biji kurma dimasukkan ke dalam lubang pasir sedalam 2 sampai 3 meter. Lalu ditutupi dengan pasir. Kemudian ditambah lagi dengan tumpukan batu.

Mengapa harus seperti itu? Tekanan bertubi-tubi dari permukaan tanah itu ternyata tidak membuat biji kurma kecil yang ringkih itu mati. Tapi malah akan membuatnya makin kuat mengakar ke bawah.

Dari biji itu akan tumbuh akar yang terus tumbuh mencari air ke dalam tanah. Setelah akar tumbuh kuat, barulah biji kurma akan bertunas ke atas. Perlahan-lahan tunas kecil itu akan berjuang terus ke atas menuju permukaan tanah. Dan akhirnya mampu memecahkan atau membongkar batu yang menutupinya. Proses ini bisa berlangsung berbulan-bulan. Masya Allah!

Begitu istimewanya pohon kurma sehingga membuat pohon ini diyakini sebagai pohon paling diberkahi di bumi. Pohon kurma adalah pohon suci bagi tiga agama besar dunia, Islam, Kristen, dan Yudaisme. Utamanya bagi umat Islam, kurma adalah buah favorit dan makanan wajib bagi Nabi Muhammad SAW dan keluarga. Dan pada bulan Ramadan, umat muslim menjadikan kurma sebagai santapan saat berbuka puasa.

Dalam Alquran, kurma disebut sebanyak 20 kali pada 16 surah dan 300 kali di hadis Nabi Muhammad SAW. Dikisahkan dalam hadis riwayat Bukhari-Muslim, Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat, “Beritahukanlah padaku tentang sebuah pohon, perumpamaannya sama seperti orang mukmin.”

Orang- orang menyebut salah satu pepohonan gurun. Lalu Ibnu Umar berkata, “Hatiku mengatakan pohon tersebut adalah pohon kurma. Aku ingin mengatakannya, tapi mereka semua orang-orang tua. Aku segan berbicara.” Lalu saat Ibnu Umar diam, Rasulullah bersabda,”Itu adalah pohon kurma.”

Kurma adalah pohon yang diberkahi karenanya semua bagiannya mendatangkan kebaikan. Keberadaannya selalu memberikan manfaat. Di musim panas, pohon kurma menghasilkan begitu banyak buah yang sangat manis. Untaian daunnya juga memberikan naungan bagi pelintas gurun. Dan di musim dingin, pohon kurma berfungsi sebagai penahan angin.


⁣⁣
Batang pohon kurma yang kokoh dijadikan furnitur. Buahnya untuk disantap dan sumber kalori bagi siapapun yang memakannya. Daunnya sering dijadikan anyaman, pelepahnya yang keras bisa digunakan sebagai alas atau dinding rumah. Biji kurma dijadikan serbuk yang dicampurkan pada minuman kopi, Biji ini juga digunakan pada industri kosmetika dan obat karena mengandung vitamin E yang tinggi. Saat ini, Uni Emirates Arab bahkan sedang mengembangkan kurma sebagai sumber biofuel.

Begitu banyaknya kebaikan pada sebatang pohon kurma ini adalah perumpamaan seorang mukmin. Fitrah manusia adalah membawa kebaikan sepanjang hidupnya. Kuat dan tawakal dalam kesusahan, saat sakit dan sempit bersabar. Saat sehat dan kuat penuh nikmat bersyukur.

Dan selalu berbaik sangka kepada Sang Pencipta. Cobaan-cobaan dariNya adalah cara Allah membentuk umatNya menjadi umat yang kuat dan tangguh.

Ada pepatah kuno yang mengatakan, “orang baik bertunas seperti kurma.” Seorang manusia yang kuat tidak akan menjadi lemah karena tekanan-tekanan hidup. Namun, itu malah membuatnya menjadi pribadi yang kokoh, terus berjuang dengan doa dan ikhtiar. Sehingga akhirnya akan muncul sebagai pemenang. (*)

Artikel ini telah dibaca 197 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Dinobatkan Mi Instan Terenak di Dunia, Yuk Bikin Donat Indomie yang Viral di Australia

19 Oktober 2021 - 15:39 WIB

“Sendok” jadi Simbol Perlawanan Palestina

20 September 2021 - 21:56 WIB

Kota Bandung Masuk 10 Kota Kuliner Terbaik di Dunia, Ini Sajian Mie Kocoknya

20 September 2021 - 20:09 WIB

Promosikan Makanan Pada Dunia, Thailand Lancarkan “Thai Taste Therapy”

16 September 2021 - 21:00 WIB

Ubaya Dampingi UMKM dalam Hygiene Sanitasi Makanan dan Diversifikasi Produk di Masa Pandemi

15 September 2021 - 12:21 WIB

Pertama di Dunia, Bumbu Pecel Serbuk Nyamleng

14 September 2021 - 19:32 WIB

Trending di Kempalankuliner