Klepon, Kebaikan Hati yang Tersembunyi
KEMPALAN: Terbuat dari bahan-bahan yang sederhana, klepon ternyata sarat makna. Perlu kelembutan, ketepatan, kesabaran, keuletan, serta ketelitian untuk membuat kudapan yang satu ini.
Rasa manis di dalam klepon melambangkan kebaikan hati seseorang, walaupun tidak terlihat dari luar. Sementara baluran kelapa pada klepon mengingatkan adanya tahapan untuk mencapai kebahagiaan.
Berbentuk bola-bola kecil yang lembut kenyal, berwarna hijau dengan dengan aroma daun pandan suji yang segar, dan berselimutkan parutan kelapa, klepon adalah jenis jajan pasar paling favorit. Kejutan akan muncul saat kue ini masuk ke mulut. Begitu digigit, akan segera terasa manisnya gula aren yang ada di dalam klepon. Dari anak-anak hingga orang dewasa menyukainya.

Klepon ternyata sudah disebut-sebut dalam Serat Centhini, sebuah karya sastra terbesar tentang kebudayaan Jawa yang ditulis pada awal abad ke-19. Pada kitab itu, klepon disebutkan sebagai menu yang sering dihidangkan di rumah-rumah orang Jawa. Maupun pada berbagai tradisi ritual.
Buku Indisch leven in Nederland (2006) milik J. M. Meulenhoff menuliskan jika kue klepon sudah ada sejak tahun 1950-an. Konon kue ini diperkenalkan pertama kali di Pasuruan, Jawa Timur. Saat itu, klepon jadi menu yang ditawarkan di restoran Indonesia-Belanda dan etnis Tionghoa. Namun melihat bahan-bahan yang digunakan, sebagian literatur menduga, klepon sudah ada sejak era Jawa kuno. Dan merupakan salah satu kreativitas kuliner masyarakat Jawa.
Disebut Juga dengan Onde-Onde
Karena merupakan makanan tempo doeloe, klepon punya makna filosofi yang dalam. Klepon mengajarkan tata cara makan yang sopan, mengunyah dengan mulut tertutup. Dan tidak boleh berbicara sembari makan. Karena bila kita bicara saat mengunyah, isi klepon yang merupakan gula aren cair akan muncrat keluar dari mulut kita. Di tradisi Jawa, makan sambil bicara dan berbunyi itu tidak sopan.

Dikenal sebagai makanan dari Jawa, nyatanya klepon juga banyak terdapat di Sumatera, Singapura dan Malaysia. Namun dengan nama onde-onde. Ini agak lucu, karena onde-onde juga dikenal di Indonesia tapi berupa kudapan berwarna coklat dari tepung beras, berisikan kacang hijau dengan taburan wijen.
Meski berbeda nama, tetapi dia dua negara itu, klepon juga menjadi favorit. Merek wafer coklat terkenal di Singapura, KitKat bahkan merilis KitKat rasa onde-onde. Hal ini sempat dibanjiri komplain netizen Indonesia karena merasa kue hijau bulat yang ditampilkan pada cokelat itu namanya adalah klepon. Bukan onde-onde.
Bali juga punya kue jaja klepon. Sama-sama berwarna hijau dan bertabur kepala parut, namun kelpon ala Bali ini bentuknya sedikit lonjong. Cara memasaknya juga berbeda. Jika klepon dimasak dengan cara dikukus, klepon bali dimasak dengan direbus. (*)
KLEPON
Bahan:
Tepung beras ketan 250 g
Tepung beras 50 g
Air mineral 1350 ml
Daun pandan secukupnya
Garam 1 sdt
Kelapa buah, parut kemudian kukus
Gula merah secukupnya, sisir halus
Gula pasir 3 sdm
Cara membuat:
1. Siapkan wadah bersih untuk menguleni adonan.
2. Daun pandan yang sudah dibersihkan kemudian blender dengan 200 ml untuk dijadikan pewarna alami. Sisihkan.
3. Masukkan tepung beras ketan, tepung beras, dan garam. Aduk hingga tercampur sempurna.Tuang sedikit demi sedikit air pewarna, tuang sambil terus diaduk.Kemudian tuang sedikit demi sedikit air mineral 150 ml, tuang sambil terus diaduk. Jika adonan dirasa sudah cukup kental maka tidak perlu ditambahi air. Aduk hingga adonan hingga mencapai kekentalan yang pas untuk kemudian dibentuk dan diisi dengan gula merah.
4. Ambil sedikit adonan, pipihkan, dan beri sedikit gula merah yang sudah disisir sebelumnya. Tidak usah terlalu banyak agar nanti ketika direbus tidak meluber keluar.
- Bentuk adonan menjadi bola-bola.
- Ulangi poin 6 dan 7 hingga adonan habis.
- Rebus 1 L air, tunggu hingga mendidih.
- Masukkan klepon yang sudah dibentuk. Tunggu hingga klepon mengapung.
- Sembari menunggu klepon matang, siapkan parutan kelapa. Campur parutan kelapa dengan gula pasir dan garam secukupnya. Sisihkan.
- Tiriskan klepon yang sudah mengapung. Lalu gulingkan atau taburi klepon dengan parutan kelapa.
- Klepon siap disajikan. Lebih enak dimakan selagi masih hangat.(*)









