KEMPALAN: Irisan daging berwarna merah segar, dengan aroma asap bercampur rempah yang khas. Daging se’i, smokedbeef khas Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini sedang hits dan diburu para pecinta kuliner. Tidak perlu jauh-jauh ke Kupang untuk mencicipinya. Di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang, saat ini resto-resto dengan menu andalan daging asap se’i terus bermunculan dan laris manis.
Se’i sendiri dalam bahasa Rote Ndao (sebuah daerah di dekat Kupang) artinya daging yang disayat dengan irisan kecil dan memanjang. Daging yang digunakan biasanya bagian has dalam. Setelah diberi rempah (biasanya bawang putih dan garam), daging lalu diasapi hingga matang sempurna dengan asap kayu kosambi (schleichera oleosa) yang dibakar di atas tungku api tradisional.
Daging diasapi tanpa terkena apinya. Bagian atas daging juga ditutupi dengan daun kosambi. Pengasapan ini dilakukan hingga 9 jam. Hasilnya, daging asap yang masih berwarna merah segar, dengan aroma khas asap dan rempah yang nikmatnya tiada duanya. Inilah yang membedakan daging asap se’i dengan daging asap lainnya.
Proses pengasapan ini juga akan membuat daging menyusut. Bagian yang menyusut adalah lemak daging. Jika daging yang digunakan banyak lemaknya, makan daging akan menyusut lebih banyak. Karena itulah, daging yang digunakan biasanya bagian daging yang tidak banyak lemaknya.

Biasanya, masyarakat NTT menggunakan daging rusa untuk membuat se’i. Namun karena rusa adalah hewan yang dilindungi, maka kemudian daging babi yang sering digunakan. Tapi jangan kuatir, di NTT kini juga banyak sekali sei yang dibuat dari daging sapi bahkan ikan dan ayam yang dijamin kehalalannya.
Teknik pengasapan daging seperti ini sudah sangat lama dilakukan masyarakat NTT. Umumnya untuk membuat daging menjadi tahan lebih lama. Selain itu, daging asap lebih praktis untuk diolah menjadi sajian makanan. Saking lezatnya, belakangan daging asap dikenal oleh orang-orang dari luar NTT. Dan sekarang justru menjadi oleh-oleh yang diburu wisatawan yang berkunjung ke sana.
Sambal Luat dan Sayur Rumpu Rampe

Dalam penyajiannya, daging asap sei biasanya disantap bersama sayur rumpu rampe dan tiga macam sambal. Yakni sambal terasi, sambal matah, dan sambal luat. Sambal luat ini adalah sambal khas NTT, yang terbuat dari cabe, bawang, beserta irisan kulit jeruk yang membuat sambal menjadi segar dan nikmat.
Sedangkan sayur rumpu rampe adalah tumisan dari bunga pepaya, daun kelor, buah pepaya muda, daun pepaya, serta jantung pisang. Namun bunga papaya sering juga diganti dengan irisan daun singkong. Pada dasarnya tumisan ini terbuat dari sayuran rebus lalu ditumis dengan bumbu sederhana.
Saat ini, daging asap sei frozen banyak dijual melalui e-commerce. Ada beberapa tips untuk memasak daging sei ini. Yang utama adalah jangan menggunakan minyak untuk menumisnya. Daging sei jika dipanaskan akan mengeluarkan minyak alami dan juicy khas daging. Penambahan minyak justru akan membuat daging sei menjadi terlalu berminyak.
Mengolah daging sei juga jangan terlalu banyak menggunakan bumbu dan rempah. Karena ini akan membuat aroma dan rasa daging asap menjadi kurang terasa. Gunakan hanya irisan bawang putih atau lada hitam sudah cukup untuk menghasilkan daging sei yang lezat. Selamat menikmati daging asap khas Indonesia.(*)
Sayur Rumpu Rampe

Bahan
§ Bunga pepaya 250 gram
§ Daun pepaya 250 gram
§ Daun singkong 250 gram
§ Jantung pisang 250 gram
§ Bumbu
§ Bawang merah 50 gram
§ Bawang putih 30 gram
§ Kemiri 30 gram
§ Garam secukupnya
§ Merica secukupnya
§ Penyedap rasa secukupnya
Cara membuat:
1. Rebus daun pepaya dan bunga pepaya dalam air mendidih untuk menghilangkan getah dan mengurangi rasa pahit. Angkat dan tiriskan.
2. Rebus daun singkong dan jantung pisang dengan metode yang sama.
3. Haluskan bumbu, kemudian tumis sampai harum. Tambahkan sayuran, beri garam dan merica. Masak sampai matang dan sajikan hangat.
Sambal Luat
- Cabai rawit merah 200 gram
- Terasi 1 cm
- Jeruk nipis 1 buah
- Bawang merah 4 butir
- Daun kemangi 1 ikat
- Tomat 1 buah
- Garam 1 sdt
- Daun bawang 2 batang
- Minyak goreng 100 ml
Cara membuat:

1. Panaskan 100 ml minyak goreng di wajan. Setelah minyaknya sudah cukup panas, masukkan cabai rawit merah dan bawang merah ke dalam wajan. Goreng sebentar hingga semua bahan-bahan tadi dirasa sudah cukup layu. Kemudian angkat dan tiriskan minyaknya.
2. Masukkan cabai rawit dan bawang merah yang sudah digoreng tadi ke dalam ulekan. Jangan lupa masukkan juga terasi, tomat, dan garam. Kemudian ulek semua bahan-bahan tadi dalam ulekan hingga halus. Untuk tingkat kehalusannya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.
3. Setelah halus, masukkan daun kemangi dan irisan daun bawang ke dalam ulekan lalu tekan-tekan daun kemangi dengan menggunakan batu ulek. Aduk-aduk hingga daun kemangi dan daun bawang tercampur rata dengan sambalnya.
4. Kemudian belah jeruk nipis menjadi dua bagian dan peras airnya ke dalam ulekan, aduk-aduk sebentar agar rata. Jangan buang kulit jeruknya, karena ini yang membuat sambal lu’at unik.
5. Ambil kulit jeruk nipis tadi kemudian iris-iris tipis memanjang, kalau sudah, masukkan irisan kulit jeruk nipis ke dalam ulekan. Tekan-tekan menggunakan batu ulekan agar keluar airnya, lalu aduk-aduk hingga tercampur dengan rata.
6. Masukkan sambal lu’at ke dalam wadah tertutup, kemudian simpan selama 2-3 hari agar rasa pahit dari kulit jeruknya benar-benar berkurang. Kemudian sambal lu’at sudah bisa kalian konsumsi bersama dengan nasi dan daging sei. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi