Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 08:48 WIB
Surabaya
--°C

Kota Farmasi di Mesir Diresmikan

KAIRO-KEMPALAN: Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi meresmikan Kota Farmasi Gypto Mesir, kota farmasi terbesar di Timur Tengah seperti yang dikutip dari Arab News Jumat (2/4).

Gypto Pharma, juga dikenal sebagai Kota Pengobatan, telah didirikan untuk menghasilkan obat-obatan yang aman dan efektif dengan harga yang wajar, dan akan memproduksi pengobatan virus korona dan obat untuk penyakit kronis. Produksi beberapa vitamin juga akan diprioritaskan.

Gypto Pharma menggunakan teknologi terbaru dan mesin otomatis untuk memastikan produksi memiliki kualitas terbaik.

Kota baru di Al-Khankah ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara negara dan sektor swasta guna mengubah Mesir menjadi pusat regional industri farmasi di Timur Tengah.

Kota ini termasuk pusat regional untuk pembuatan obat bekerja sama dengan perusahaan asing, dan memiliki rencana untuk mengekspor ke negara-negara Afrika, asing, dan Arab. Ini merupakan tambahan untuk laboratorium penelitian dan pengembangan.

Kota tersebut akan memasukkan 160 jalur untuk memproduksi 150 jenis obat.

Perangkat membersihkan sendiri sehingga proses produksi dapat berlanjut tanpa gangguan.

Presiden El-Sisi menekankan perlunya kota menghasilkan produk berkualitas tinggi, dimulai dengan pengemasan.

“Kemasan obat yang diproduksi kota baru harus berbeda sehingga corak kota pada produknya tidak bisa dirusak,” ujar El-Sisi

“Kami mulai memikirkan proyek ini hampir tujuh tahun lalu.Butuh banyak waktu untuk membuat pabrik paling efisien dengan metode ilmiah sehingga obat-obatan yang diproduksi di kota itu mengikuti standar Eropa atau standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” tambahnya..

Kota obat – dengan luas 180.000 meter persegi – adalah yang terbesar di Timur Tengah

Ini diatur untuk menjadi pusat regional yang menarik perusahaan farmasi internasional besar.

“Kita harus memiliki kemampuan untuk memproduksi obat pada level tertinggi. Antibiotik yang diproduksi di kota pengobatan akan seefisien rekan-rekannya di negara-negara paling bergengsi di dunia, ”tambah El-Sisi.Juru bicara kepresidenan Bassam Rady mengatakan Mesir memproduksi 97 persen kebutuhan obatnya.

Rady mengatakan bahwa kota tersebut merupakan proyek nasional yang sangat besar yang bertujuan untuk menghasilkan obat-obatan secara ilmiah sesuai dengan standar WHO.

Proyek ini sejalan dengan rangkaian inisiatif di bidang kesehatan dan perawatan medis. Tujuannya adalah untuk menyediakan obat-obatan bagi warga di tingkat setinggi mungkin dengan fasilitas yang ditingkatkan.

Rady menambahkan, produksi obat merupakan salah satu proyek nasional terpenting yang dilaksanakan negara untuk memiliki kapasitas industri dan teknologi modern di lapangan.

Proyek ini memungkinkan warga mendapatkan perawatan berkualitas tinggi dan aman, mencegah praktik monopoli dan mengendalikan harga obat. Ini meningkatkan upaya yang dilakukan oleh negara di bidang berbagai inisiatif medis dan kesehatan.

Ia menyatakan bahwa proyek tersebut menempatkan Mesir pada peringkat negara penghasil obat pada level tertinggi.

Kota ini bekerja sesuai dengan standar operasi terbaru dan paling akurat.

Ini menerapkan standar kualitas internasional tertinggi, dengan fokus pada sumber daya manusia – terutama tenaga kerja muda yang mampu menangani teknologi modern.

Tahap pertama juga akan mencakup pembuatan 150 juta paket obat per tahun.

Tahap kedua akan mencakup memasuki bidang obat-obatan khusus, seperti perawatan kanker, yang akan ditawarkan dengan harga terjangkau bagi warga negara Mesir. (Arab News, Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.