Mengapa? Karena APBN ini adalah belanja dalam rupiah, gaji PNS dan anggota DPR semua rupiah, gaji honorer rupiah, belanja MBG rupiah, belanja proyek semua rupiah.
Oleh: Salamuddin Daeng
KEMPALAN: Bahwa Islam mengajarkan, dalam kesulitan ada kemudahan. Apakah pelemahan rupiah terhadap US Dollar sangat diperlukan bagi penguatan APBN? Memang tidak demikian logika yang sepenuhnya bekerja.
Tapi pelemahan rupiah tepat pada saat meningkatnya harga komoditas andalan ekspor Indonesia, jelas sangat menguntungkan bagi usaha men Top Up APBN. Usaha ini tidak merugikan siapapun, bahkan usaha ini sangat menguntungkan banyak investor sumber daya alam atau investor komoditas.
Sebagaimana diketahui bahwa sejak konflik dan kekacauan melanda dunia, terhitung sejak kekacauan akibat Covid 19, perang Russia Ukraina, dan terakhir perang Israel AS Vs Iran, harga komoditas sumber daya alam yang dihasilkan oleh Indonesia naik tinggi.
Pada masa ini kita melihat banyak pengusaha yang bergerak di SDA mengalami kenaikan kekayaan secara brutal. Uangnya ada yang disimpan di dalam dan luar negeri. Ada dalam mata uang rupiah dan banyak juga dalam mata uang asing.
Pelemahan rupiah menjadi strategi kunci dalam meningkatkan penerimaan ekspor SDA semua pengusaha.
Penerimaan ekspor pengusaha dalam mata uang asing akan menjadi nilai yang sangat besar jika dihadapkan pada kewajiban mereka terhadap Pemerintah. Sederhananya, Pendapatan dollar tapi bayar kewajiban rupiah, seperti gaji, bunga, pajak dan upah, semua rupiah.
Apa arti bagi APBN? Dengan cara ini para investor dan eksporter sumber daya alam tidak perlu membayar lebih kepada APBN, bahkan bisa membayar kecil saja sebagai hasil pelemahan rupiah, namun jumlah yang dibayarkan secara nominal menjadi besar bagi APBN Indonesia.
Sehingga pemerintah, baik menteri keuangan maupun menteri eksploitasi dan ekspor komoditas tidak perlu berkelahi dengan investor untuk mendapatkan pajak atau pendapatan yang besar.
Penerimaan ekspor yang sangat besar setelah dikonversi dalam rupiah akan menghasilkan pendapatan yang besar bagi APBN.
Walaupun secara riel nilai yang diterima APBN jika dihitung dalam dollar tetap kecil, namun dalam rupiah menjadi besar. Itulah mengapa pelemahan rupiah mendapatkan momentum yang sangat tepat dan anehnya selalu tepat karena harga kokoditas naik secara brutal.
Penurunan nilai tukar rupiah bersamaan dengan kenaikan harga komoditas menjadi berkah bagi APBN. Secara nominal setoran yang sama dari pengusaha atau setoran yang lebih kecil dalam hitungan mata uang asing, menjadi nilai besar bagi APBN.
Mengapa? Karena APBN ini adalah belanja dalam rupiah, gaji PNS dan anggota DPR semua rupiah, gaji honorer rupiah, belanja MBG rupiah, belanja proyek semua rupiah.
Jadi rupiah melemah menjadi berkah bagi APBN. Begitulah ekonomi kita yang selalu digempur oleh asing.
Setiap ada kesulitan pasti ada jalan. Tadinya pelemahan rupiah buat menakut nakuti pemerintah atau menyerang pemerintah, malah berbalik jadi momentum penguatan APBN.
*) Salamuddin Daeng, Peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi