SIDOARJO-KEMPALAN: Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi menggelar Deklarasi Damai menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan berlangsung pada 24 Mei 2026 mendatang. Sebanyak 230 calon kepala desa dari 80 desa berkomitmen penuh untuk menjaga kondusivitas wilayah selama seluruh proses tahapan pemilihan berlangsung.Acara yang berlangsung khidmat di Pendopo Delta Wibawa pada Rabu (13/5/2026) ini dihadiri langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, jajaran Forkopimda, serta seluruh kandidat kepala desa.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menegaskan bahwa Pilkades merupakan manifestasi nilai demokrasi tingkat desa yang sangat menentukan arah masa depan daerah. Ia berpesan agar momentum politik ini dijadikan sarana edukasi untuk memilih pemimpin yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.”Desa yang kuat akan melahirkan kabupaten yang kuat. Marilah kita jadikan Pilkades sebagai sarana memilih pemimpin terbaik yang mampu menjaga persatuan dan membawa kemajuan,” ujar Subandi dalam sambutannya.
Bupati Subandi juga memberikan apresiasi tinggi kepada para calon dan tim sukses yang hingga saat ini mampu menunjukkan kedewasaan politik dengan menahan diri dari provokasi, fitnah, maupun ujaran kebencian.Demi memastikan stabilitas keamanan, Bupati menginstruksikan jajaran Camat, Kapolsek, dan Danramil untuk melakukan pemetaan serta mitigasi potensi kerawanan di lapangan.
“Saya instruksikan kepada Camat dan Forkopimcam untuk melakukan pendampingan ketat. Antisipasi setiap potensi kerawanan agar pelaksanaan lancar dan aman,” tegasnya.
Komitmen Edukasi Politik Tanpa Money Politics

Di lokasi yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidoarjo, Ainun Amalia, merinci bahwa Pilkades serentak ini diikuti oleh 230 kandidat yang tersebar di 17 kecamatan. Ia menekankan pentingnya kampanye yang mengedukasi publik serta bebas dari praktik politik uang (money politics).”Tujuannya jelas, kita ingin membangun komitmen bersama untuk menjaga stabilitas kamtibmas. Kita dorong kampanye yang santun agar menghasilkan pemimpin desa yang amanah dan berkualitas,” pungkas Ainun.Komitmen positif ini disambut baik oleh para kontestan di lapangan. Calon Kepala Desa Barengkrajan, Krian, Syaiful Arif, menyatakan kesiapannya untuk menghadirkan kontestasi yang sehat dan substantif di desanya.”Deklarasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan tanggung jawab moral. Kami di Barengkrajan berkomitmen menyuguhkan kampanye dialogis yang mendidik warga, bukan politik transaksional. Menang atau kalah adalah dinamika, namun kerukunan warga adalah yang utama,” ungkap Syaiful Arif saat ditemui usai acara.
Nada optimisme serupa disampaikan oleh Doni, Calon Kepala Desa Siwalanpanji, Buduran. Ia menilai kedewasaan politik masyarakat desa saat ini sudah semakin matang.”Kami ingin membawa semangat baru di Siwalanpanji. Pilkades ini adalah adu gagasan dan program kerja untuk memajukan desa. Melalui komitmen damai ini, kami memastikan tim sukses bergerak secara elegan, santun, dan menjaga iklim demokrasi yang sejuk,” tutur Doni.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan kedewasaan para kandidat, Pilkades Serentak Sidoarjo 2026 diharapkan dapat menjadi percontohan nasional dalam pelaksanaan pesta demokrasi tingkat akar rumput yang aman, damai, dan bermartabat.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi