TOKYO-KEMPALAN: Siapa yang tak kenal dengan Kimono? Pakaian tradisional yang bisa kita lihat sewaktu acara-acara tertentu di Jepang. Ternyata ada beberapa fakta menarik tentang Kimono ini.
Kimono adalah pakaian tradisional Jepang yang panjang yang membungkus tubuh dan kain lengan yang sangat tebal. Kimono diikat di pinggang dengan sabuk Obi. Sabuk Obi yang diikat rumit kurang lebih 3,5 meter atau lebih menjadi ciri khas lain dari Kimono. Pada zaman dahulu, Kimono memiliki hiasan yang mewakili simbol keluarga, namun sekarang terdapat pergeseran desain.
Di Jepang, Kimono dipakai baik oleh pria dan wanita. Kimono menjadi pakaian biasa Jepang sekitar akhir 700-an dan semua orang di Jepang dulu memakainhya sepanjang waktu, oleh pria, wanita dan anak-anak.
Kimono menjadi pakaian tradisional Jepang sejak lama. Namun, mulainya era Meiji menyebabkan perintah Jepangi melarang Kimono dan orang Jepang didorong untuk mengadopsi pakaian barat.
Dengan memakai Kimono, jiwa-jiwa ketenangan yang dimiliki oleh masyarakat 1000 tahun yang lalu bisa dirasakan layaknya kita memakai pakaian tradisional yang ada di Indonesia.
Kemudian, dibalik elegannya Kimono, terdapat makna yang dalam di setiap pola, motif, dan warnanya karena memiliki simbil dan fungsi yang berbeda.
Ada motif dan pola kimono memiliki makna simbolis yang berhubungan dengan musim. Seperti cabang bambu, krisan, dan pinus, yang melambangkan musim dingin. Sedangkan bunga plum dan sakura melambangkan musim semi.
Ada juga representasi dan makna simbolis lainnya seperti segi enam dan derek untuk umur panjang, bunga merak dan wisteria untuk cinta, drum Taiko untuk bersenang-senang, bunga paulownia untuk kewanitaan. Kemudian ada motif lingkaran yang tumpang tindih yang melambangkan 7 permata Buddhisme dan Berlian yang terhubung melambangkan daun rami yang tumbuh dengan cepat, yang digunakan terutama untuk kimono anak-anak.
Lalu, Warna Kimono juga memiliki arti. Biru berarti langit dan samudra, merah berarti mengusir roh-roh jahat, merah muda berarti masa muda dan musim semi, dan ungu yang berarti mulia dan musim panen. Kemudian, warna pastel terutama untuk musim panas, warna gelap untuk musim dingin, dan warna cerah untuk musim semi. Kimono untuk wanita lansia biasanya memiliki warna yang cukup sederhana dengan sedikit atau bahkan tanpa motif
Jadi, dibalik Kimono yang memiliki kesan tradisional dan anggun, terdapat makna filosofis yang benar benar membuka pandangan terhadap budaya Jepang. Kimono yang dulu sering digunakan kapam saja mulai terkikis oleh zaman. Saat ini Kimono hanya dikenakan pada acara-acara khusus seperti pemakaman, festival, dan pernikahan. (Belva Dzaky Aulia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi