Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 21:36 WIB
Surabaya
--°C

Marshall Plan, Rencana Pembangunan yang Membuat AS Digdaya

WASHINGTON-KEMPALAN: Bicara mengenai pembangunan, dalam sejarahnya, pasti berkenaan dengan rencana bantuan dari dalam negeri maupun luar negeri. Dana bantuan asing sendiri sudah ada semenjak pasca Perang Dunia Kedua, bantuan itu dinamakan Marshall Plan yang memiliki nama resmi, European Recovery Program (ERP).

Sesuai dengan namanya, ERP dibentuk untuk membantu Eropa bangkit dari krisis ekonomi pasca Perang Dunia Kedua. Program ini menyediakan dana sebesar $15 milyar untuk membantu pembangunan kembali keuangan benua itu.

Melansir History, Marshall Plan muncul dari benak Menteri Luar Negeri Amerika Serikat pada saat itu, George C. Marshall yang terkadang menjadi nama panggilan bagi ERP. ERP sendiri adalah rencana empat tahun untuk membangun kembali kota, industri, dan infrastruktur yang hancur lebur selama peperangan dan menghilangkan batasan perdagangan antar negara tetangga di dalam Eropa juga membangkitkan perdagangan antar negara-negara itu dengan AS.

Marshall Plan ini secara eksplisit memang untuk membangun kembali perekonomian di Eropa, sementara di balik itu, rencana ini berupaya untuk menghentikan laju komunisme di benua tersebut. Adapun pada akhirnya Marshall Plan menjadi awal dari Perang Dingin antara AS bersama sekutu Eropanya dengan Uni Soviet.

Menurut History, ERP ini juga menjadi katalis untuk pembentukan North Atlantic Treaty Organization (NATO) sementara Uni Soviet membentuk republik satelit sebagai negara komunis yang bersekutu dengannya.

Pembangunan kembali yang dikoordinasi di bawah Marshall Plan dirumuskan setelah pertemuan dari negara-negara Eropa yang terlibat pada akhir tahun 1947. Undangan ini bahkan diberikan kepada Uni Soviet dan negara satelitnya, namun mereka menolak datang karena takut AS akan campur tangan dengan urusan dalam negerinya.

Marshall Plan memberikan bantuan kepada penerima pada dasarnya berdasarkan per kapita, dengan jumlah yang lebih besar diberikan kepada kekuatan industri utama, seperti Jerman Barat, Prancis dan Inggris Raya. Ini didasarkan pada keyakinan Marshall dan penasihatnya bahwa pemulihan di negara-negara besar ini penting untuk pemulihan Eropa secara keseluruhan.

Namun, tidak semua negara yang berpartisipasi mendapat manfaat yang sama. Negara-negara seperti Italia, yang telah berperang dengan kekuatan Poros bersama Nazi Jerman, dan mereka yang tetap netral (misalnya, Swiss) menerima lebih sedikit bantuan per kapita daripada negara-negara yang berperang dengan Amerika Serikat dan kekuatan Sekutu lainnya.

Investasi yang signifikan di pihak Amerika Serikat, dana yang disediakan di bawah Rencana Marshall menyumbang kurang dari 3 persen dari pendapatan nasional gabungan negara-negara yang menerimanya. Hal ini menyebabkan pertumbuhan PDB yang relatif rendah di negara-negara ini selama periode empat tahun rencana tersebut diberlakukan.

CIA sendiri juga mendapatkan lima persen dari dana yang dialokasikan di bawah ERP yang digunakan oleh intelijen untuk membentuk bisnis-bisnis “garus depan” di beberapa negara Eropa yang dirancang guna memajukan kepentingan AS di daerah tersebut.

Marshall Plan umumnya dipuji atas dorongan yang sangat dibutuhkan yang diberikannya kepada sekutu Amerika di Eropa. Sebagai perancang rencana, George C. Marshall sendiri berkata, “Kebijakan kami tidak ditujukan terhadap negara mana pun, tetapi melawan kelaparan, kemiskinan, keputusasaan, dan kekacauan.”

Upaya untuk memperpanjang Marshall Plan melampaui periode empat tahun awalnya terhenti dengan dimulainya Perang Korea pada tahun 1950. Negara-negara yang menerima dana berdasarkan rencana tersebut tidak harus membayar kembali Amerika Serikat, karena uang yang diberikan dalam bentuk hibah. Namun, negara-negara tersebut mengembalikan sekitar lima persen dari uang tersebut untuk menutupi biaya administrasi pelaksanaan rencana tersebut.

Presiden Harry Truman menandatangani Rencana Marshall pada 3 April 1948, dan bantuan didistribusikan ke 16 negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, Belgia, Belanda, Jerman Barat, dan Norwegia. Pada hari ini, 73 tahun yang lalu adalah asal mula kedigdayaan Amerika Serikat. (History, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.