Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 04:09 WIB
Surabaya
--°C

Inisiasi Hijau Arab Saudi yang Melibatkan Pemimpin Pemimpin di Kawasan Timur Tengah

RIYADH – KEMPALAN: Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan panggilan telepon dengan beberapa pemimpin di Timur Tengah yang dilaporkan pada Senin (29/3) oleh Saudi Press Agency (SPA) untuk membahas inisiatif baru mengenai program yang mengarah kepada lingkungan.

Pangeran Mohammed bin Salman mengumumkan inisiatif hijau pada hari Sabtu (27/3), yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon di wilayah tersebut hingga 60 persen, mengatasi deforestasi, meningkatkan efisiensi produksi minyak, dan meningkatkan kontribusi energi terbarukan, di samping berbagai upaya untuk melestarikan lingkungan laut dan pesisir dan meningkatkan proporsi cagar alam.

Para pemimpin masing-masing negara menyambut baik inisiatif tersebut dan mengatakan negara mereka siap untuk secara aktif mendukung semua upaya yang dilakukan oleh Kerajaan Saudi untuk mencapai tujuan mereka.

Melansir dari Arab News, panggilan pertama ditujukan kepada Sheikh Mohammed bin Zayed membahas Inisiasi Hijau Saudi dan Inisiasi Hijau Timur Tengah, yang menyerukan kemitraan dengan negara-negara kawasan untuk menghadapi tantangan lingkungan di kawasan.

“Kedua pemimpin membahas pentingnya inisiatif ini dalam menghadapi tantangan lingkungan di kawasan dan dunia, dan peran mereka dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat,” kata SPA.

Pangeran Mohammed bin Salman juga melakukan panggilan telepon ke Raja Yordania, Abdullah II, yang menyambut baik inisiatif tersebut dan mengatakan negaranya siap untuk bekerja sama dengan Kerajaan Saudi untuk mencapai tujuan mereka.

Kemudian, Putra Mahkota juga melakukan panggilan telepon ke Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, yang mengucapkan selamat kepadanya atas peluncuran dua inisiatif tersebut, memuji dampak besar yang akan mereka berikan pada wilayah dan penduduknya.

Pangeran Mohammed bin Salman juga menelepon Presiden Djibouti, Ismail Omar Guelleh, mereka membahas tantangan lingkungan yang dihadapi kawasan, dampak ekonomi, sosial, kesehatan, dan kualitas yang terkandung dalam Inisiatif Hijau Timur Tengah yang menggunakan metode modern, inovatif, serta teknologi baru.

Putra mahkota juga memanggil Presiden Eritrea, Isaias Afwerki, di mana keduanya menegaskan Inisiatif Hijau Timur Tengah adalah salah satu inisiatif global paling ambisius dalam memulihkan lahan terdegradasi dan mengurangi kadar karbon.

Kabinet Kuwait mengapresiasi dua inisiatif tersebut dan mengatakan sebagai awal baru dan roadmap yang ambisius yang akan berkontribusi untuk melindungi bumi, bioma laut, memerangi krisis iklim, dan menghadapi banyak tantangan lingkungan.

Inisiatif Hijau ini juga dikatakan sebagai efek positif yang akan terlihat di seluruh kawasan Teluk dan Timur Tengah, dan kedua inisiatif tersebut merupakan bagian dari peran perintis Saudi terhadap masalah-masalah internasional bersama dan sebagai kelanjutan dari upayanya selama kepemimpinan G20 tahun lalu.

Kementerian Lingkungan Mesir mengatakan inisiatif tersebut mencerminkan kepentingan yang dimiliki oleh Arab Saudi pada tindakan iklim internasional pelestarian lingkungan.

Ali Sabt, sekretaris jenderal Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Arab (OAPEC), mengatakan inisiatif tersebut menegaskan peran perintis Arab Saudi sebagai produsen utama minyak global dan akan memperkuat peran aktifnya dalam mencapai pasar energi global yang stabil secara umum, serta pasar minyak dan gas pada khususnya.

Sabt mengatakan mereka menunjukkan keinginan Kerajaan untuk memimpin era hijau berikutnya dan upayanya untuk melindungi planet ini selama masa kepemimpinan G20, ketika deklarasi khusus tentang lingkungan dikeluarkan.

Dia mengatakan bahwa kedua inisiatif tersebut akan berkontribusi secara efektif pada upaya internasional untuk memerangi perubahan iklim, meningkatkan daya saing, memicu inovasi dan menciptakan jutaan pekerjaan, menyerukan kepada organisasi internasional serta regional untuk juga mendukung kedua inisiatif tersebut.

Sabt mengatakan pengurangan emisi gas rumah kaca membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan dari negara-negara di seluruh dunia. (Saudi Press (Agency/Arab News, Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.