KEMPALAN: Masyarakat beberapa hari ini dibuat terkaget-kaget, ternyata sekelas Menteri Keuangan Sri Mulyani yang sehari-hari berpikir keras menyutradarai alur keuangan seluruh negeri ini, yang tentu saja jumlahnya bertriliun-triliun, ternyata handphone (HP)-nya hari-hari juga disasar tawaran pinjaman online.
Tawaran pinjaman instan via SMS di HP dengan besaran yang biasanya antara 1 sampai dengan 5 jutaan ini bisa muncul sampai 5 kali dalam sehari. Bagi yang sedang perlu uang mungkin yang demikian sangat membantu tapi bagi yang tidak sedang membutuhkan tentunya cukup mengganggu. Itulah akhirnya muncul pemahaman tengkulak, coming to your handphone dari Menkeu.
Pinjaman online tersedia dalam bentuk aplikasi yang ada dalam sistem operasi di ponsel lewat Google Play Store (Android) atau Apple Store (iOS). Karena dapat dioperasionalkan melalui HP, tentu saja penggunaan dan aksesnya menjadi lebih mudah. Dengan mengisi data pribadi, foto, kemudian upload, maka dalam waktu yang tidak lama pencairan pinjaman sudah dapat dinikmati.
Pinjaman online berbentuk aplikasi dengan besaran anggaran yang berasal dari investor atau perusahaan-perusahaan juga lembaga penyaluran dana. Pinjaman online biasanya tidak memiliki limit pinjaman yang besar dan bisa dimanfaatkan tidak hanya oleh perorangan tapi juga oleh yang lain dengan pemanfaatan yang beragam.
Memperhatikan tingkat kemajemukan kebutuhan masyarakat, tentu saja keberadaan pinjaman online ini sangat membantu, mulai belanja kebutuhan pokok, pembayaran sekolah, pembayaran jaminan, dan beribu-ribu kebutuhan yang lain. Hampir semuanya dapat diselesaikan dengan baik oleh pinjaman online dengan berbagai dinamikanya. Masa sebelum pinjaman online berkembang cukup meriah seperti saat sekarang, ada dalam masyarakat kita yang biasanya menyediakan atau memberi kredit dengan ketentuannya sendiri-sendiri yang sifatnya biasanya tidak jauh beda dengan keberadaan pinjaman online.
Di era digital keberadaan pinjaman online sangat persis dengan pemberi pinjaman perorangan seperti waktu dulu, sangat aktraktif menyasar calon-calon debitur. Tentu saja kalau sekarang menyasar ke nomor-nomor HP secara acak dari operartor pengelola pinjaman online. Semua ditawari pinjaman online secara menggebu-nggebu tanpa tahu yang ditawari tersebut siapa. Akibatnya dapat ditebak, penawaran tersebut bisa masuk ke nomor-nomor HP siapapun tanpa pandang bulu. Sekalipun konglomerat, crazy rich yang kebanyakan duit, ataupun selebritis se-sultan Raffi Ahmad, juga pejabat negara di kabinet, HP nya bisa saja terteror SMS tawaran pinjaman online seperti yang dialami Menkeu.
Itulah financial technology (fintech) yang saat sekarang sudah dimasuki oleh “tengkulak”, yang nampaknya memberikan bantuah bak pahlawan, namun sebenarnya dibelakang hari bisa sangat menjerat debitur dalam kesulitan demi kesulitan. Tengkulak, Coming to Your Handphone. Ya, tengkulak sudah hadir setiap hari pada HP hampir pada seluruh masyarakat yang ber-HP.
Kenapa bisa demikian? Karena memang keberadaan nomor HP kita sebenarnya juga selalu ter-share ke publik. Pada saat bertransaksi hampir dipastikan selalu diiringi dengan pencatuman nomor HP. Dari sanalah awal nomor HP terpublikasi. Mencermati situasi yang demikian tentu saja pada gilirannya adalah tugas dari Otoritas Jasa Keuangan (OK) untuk melakukan pengawasan terhadap pengelola pinjaman online.
Release terkini OJK di Januari 2021 yang dapat dilihat di ojk.go.id, saat sekarang terdapat 148 fintech peer-to-peer lending atau fintech lending yang terdaftar dan berijin di OJK. Jika ingin bermain aman dalam melakukan pinjaman online bisa klik dulu laman OJK tersebut.
Pinjaman online legal tidak akan melakukan penawaran via SMS, tidak akan head to head dengan cara coming to your handphone, ini salah satu ciri pokoknya. Selamat menikmati pinjaman online legal dengan berbagai syarat dan ketentuannya. (Bambang Budiarto– Pengamat Ekonomi ISEI Surabaya)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi