Setelan Hoodie Tie Dye untuk Penggemar Olahraga
KEMPALAN: Musim pandemi Coronna justru melahirkan inspirasi baru bagi Nining. Desainer kain tradisional asal Yogjakarta itu melemparkan produk barunya pada awal pekan ini. Yakni dalam bentuk stelan hoodie.
Ada 7 warna yang menjadi pilihannya. Semuanya berkesan cerah. Itulah sebabnya dia menggunakan pewarna buatan dalam proses tie dye-nya. “Saya tidak memakai pewarna alam agar melahirkan warna yang cerah. Olahraga, kan identik dengan keceriaan dan warna terang,” papar Nining.
Perempuan 48 tahun tersebut sengaja menggunakan tekstil berbahan katun grade A. Motif yang dipilihnya menggunakan teknik tie dye.

“Tidak banyak stelan hoodie menggunakan teknik tie dye. Jadi, kesannya tidak pasaran,” jelas Nining yang mengerek bendera bisnis GoO Ninks Batik itu.
Dia punya alasan khusus tie dye-nya dalam konsep stelan hoodie. “Sekarang ini banyak orang yang suka berolahraga. Nah, mereka membutuhkan pakaian yang nyaman, tetapi tetap menunjukkan jati-dirinya,” papar Nining.
Nining merangkul beberapa orang pengrajin kain tie dye untuk mewujudkan stelan hoodie-nya. “Saya pilih katun grade A agar nyaman dipakai, karena ketebalannya pas untuk iklim di negara kita ini,” kata Nining.
Diangin-anginkan Saja
Dia membantah anggapan, bahwa kain tie dye terbilang sulit dalam perawatannya. “Sangat gampang. Sebab, cukup diangin-anginkan saja untuk menjemurnya,” kata Nining. “Artinya, tidak boleh kena matahari langsung. Ini dimaksudkan agar warna kainnya tetap awet,” sambung dia.
Untuk harga stelan hoodie tersebut, Nining membanderolnya Rp 300 ribu (couple). Sedangkan jika dijual per satuan Rp 160 ribu. #
Teks foto:
1. Nining.
2. Hoodie tie dye ala Nining.
