KEMPALAN: Seratus tiga puluh lima juta penduduk Indonesia, terdiri dari banyak suku bangsa itulah Indonesia. Ini adalah penggalan lirik lagu yang sangat fenomenal dan populer di tahun 1976 karya besar Si Raja Dangdut Rhoma Irama. Hari-hari begini sepertinya lagu yang dipopulerkan Bang Haji bersama Soneta Group-nya ini sudah kurang dikenal dan kurang diketahui kalangan milenial, kecuali mereka yang sangat memperhatikan musik sesuai dengan minatnya di genre ini.
Sesungguhnya kalau mau mengamati dengan cermat, lagu ini sejatinya sangat unik dan khas. Mengapa demikian ? Ya, karena lirik lagu ini tentu saja mengharuskan adanya perubahan lirik lagu setiap tahunnya seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang ada di negara kita. Sejumlah 135 juta adalah jumlah penduduk Indonesia 45 tahun yang lalu.
Sekarang ada di angka 271.349.889 jiwa, ini adalah release terkini jumlah penduduk Indonesia yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri sampai akhir 2020. Selanjutnya awal Maret 2021 dipertegas Presiden Jokowi bahwa jumlah pengangguran di Indonesia saat sekarang sudah menyentuh angka 10 juta orang. Jumlah ini merupakan akumulasi baik pengangguran yang terjadi karena pandemi Covid-19 maupun dari angkatan kerja baru.
Tentu ini bukanlah sebuah capaian yang membanggakan. Angka 10 juta, belum pernah ada sebelumnya. Pengangguran sering dipahami sebagai orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, ataupun seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
Dalam tataran teori ekonomi makro, pengangguran sering disebut sebagai satu dari tiga penyakit makro ekonomi yang ada. Dua yang lain adalah laju inflasi yang tinggi dan ketimpangan neraca pembayaran.
Sampai akhir 2020, total penduduk dunia 7,8 milyar dan Indonesia menempati urutan ke-empat di bawah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Dengan jumlah di kisaran 271 juta jiwa, berarti jumlah penduduk kita adalah 3,48% dari penduduk dunia.
Jumlah penduduk yang besar sebenarnya adalah sebuah kekuatan sumber daya manusia tersendiri dan kekuatan pasar tersendiri, karena perputaran uang dan output juga pasti akan sangat besar. Tentu saja kemampuan untuk menggerakkan ekonomi juga besar.
Kekuatan jumlah penduduk inilah yang sebenarnya dapat dinikmati, tentu saja dalam struktur umur penduduk usia kerja. Ini yang biasa disebut sebagai bonus demografi, potensi pertumbuhan ekonomi yang tercipta akibat perubahan struktur umur penduduk, proporsi usia kerja (15-65 tahun) lebih besar dari yang bukan usia kerja (0-14 tahun dan > 65 tahun).
Dengan komposisi usia kerja yang lebih besar dibanding bukan usia kerja tentu saja kesiapan dalam merancang dan melaksanakan berbagai aktivitas sebagai bagian pembangunan nasioal akan lebih mudah dicapai. Sejumlah institusi pun memprediksi bahwa Indonesia akan mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam satu hingga dua dekade mendatang.
Kekuatan kita terutama dari sisi demografi yang diuntungkan oleh struktur penduduk usia muda. Artinya, akan lebih banyak penduduk produktif dibanding yang non produktif. Namun sayang, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, pandemi covid-19 lebih duluan datang. Kehadiran virus ini membawa dampak terhadap 29,12 juta penduduk usia kerja dan membawa akibat 2,56 juta penduduk menjadi pengangguran.
Fakta yang lain, angka kemiskinan sudah tembus 10%. Melihat itung-itungan yang demikian berarti setiap dua orang yang bekerja saat sekarang menanggung satu orang yang tidak bekerja. Mencermati situasi yang demikian sepertinya sekarang menjadi tidak mudah untuk mengatakan bahwa kita mempunyai bonus demografi.
Jika situasinya tidak segera membaik, tidak menutup kemungkinan kita malah akan mendapati malapetaka demografi. Inilah PR kita bersama, sebab malapetaka demografi tidak sekedar meruntuhkan angka-angka pertumbuhan ekonomi dan menciptakan penyakit makro ekonomi, tapi juga memunculkan penyakit masyarakat yang lain termasuk kriminalitas. Salam. (Bambang Budiarto–Pengamat Ekonomi ISEI Surabaya)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi