Khofifah Puji Pelaku UMKM Lamongan, Diminta Ikut Virtual Expo
LAMONGAN, KEMPALAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memuji Kabupaten Lamongan yang memiliki banyak pelaku UMKM di berbagai daerah di Indonesia dan punya etos kerja luar biasa.
Hal itu disampaikan Khofifah ketika menyampaikan sambutan dalam rangka serah terima jabatan (sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Lamongan dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Lamongan, Sabtu (6/3).
Serah terima jabatan kepala daerah Kabupaten Lamongan hasil Pilkada 2020 itu dilakukan dari Pelaksana Harian Bupati Aris Mukiyono kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Wakil Bupati Lamongan KH Abdul Rouf.
Menurut Khofifah, ia menemukan banyak pelaku UMKM yang berasal dari Lamongan ketika Pemprov Jatim melakukan misi dagang di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.
Seperti saat melakukan misi dagang di Palu, banyak orang Lamongan. Misi dagang di Sorong, yang banyak juga orang Lamongan. Demikian pula di Medan dan Riau. Yang jadi pelaku UMKM banyak orang Lamongan.
“Ini sungguh luar biasa. Betapa luasnya jejaring para pelaku UMKM Lamongan se Indonesia,” puji Khofifah yang disambut tepuk tangan dari para undangan yang hadir dalam sertijab.
Termasuk Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak. Bahkan, Khofifah sempat memuji politikus dari Partai Golkar ini lantaran selalu hadir dalam setiap sertijab kepala daerah di Jatim.
“Sudah 14 kali sertijab, Pak Sahat selalu hadir. Saya tidak tahu, apakah Pak Sahat bawa tukang pijat atau tidak,” seloroh gubernur perempuan pertama di Jatim ini setelah melihat kehadiran Sahat Tua Simanjuntak.
Masih terkait luasnya jejaring UMKM Lamongan, Khofifah juga memuji orang Lamongan yang punya etos kerja luar biasa. Ekspansinya tidak hanya berjualan soto atau makanan lainnya, tapi juga kesenian. Terbukti, di Jambi ada 24 grup kesenian reog, separuhnya orang Lamongan.
“Jadi, ekspansinya orang Lamongan tidak hanya jualan Soto Lamongan dan jualan macam-macam, tapi kesenian Jatim begitu mudah dipegang oleh warga Lamongan,” ungkapnya.
“Sehingga, kalau di satu titik melihat ada kesenian reog, belum tentu orang Ponorogo,” sambung gubernur yang baru dikaruniai seorang cucu ini.
Menurut Khofifah, para pelaku UMKM Lamongan yang banyak tersebar di beberapa daerah di Indonesia tersebut merupakan kukuatan yang luar biasa. Sehingga, ia yakin akan menjadikan Lamongan berkemajuan bila kemudian dilakukan sangat banyak percepatan.

Khofifah memberi contoh kain tenun songket. Ia menyebut bahwa kain songket yang dimilikinya 70 persen merupakan produk Lamongan. Namun, kain tersebut dibelinya kalau tidak di NTB ya Bali. Tidak ada satupun yang dibeli di Jawa Timur.
“Rupanya mereka belum bikin brand. Ini kekuatan songket Jatim, antara lain Kota Kediri dan Lamongan. Mungkin brand-nya bisa dibuat di sini (Lamongan),” pinta Khofifah.
Supaya ada multiplayer efek dari produksi para perajin kain tenun songket di Jatim, Khofifah menyatakan bahwa setiap hari Jumat ia meminta para ASN di lingkungan Pemprov Jatim pakai batik. “Tapi tidak sekadar batik, melainkan songket,” tegasnya.
Sementara di sektor pertanian, Khofifah meminta agar potensi luar bisa yang sudah ada di Kabupaten Lamongan dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan.
Misalnya produksi padi, di mana Lamongan tercatat sebagai produsen padi terbesar di Jawa Timur dan menempati urutan ketiga di Indonesia.
Demikian pula untuk sektor pariwisata. Ia meminta Tanjung Kodok lebih dimaksimalkan lagi. Sebab, obyek wisata di kawasan Paciran sudah cukup dikenal, tidak ada di Indonesia, tapi juga negara-negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura dan Malaysia.
Pasalnya, setiap menjelang Ramadhan atau Idul Fitri, para ahli rukyatul hilal berkumpul di tempat ini untuk melihat datangnya bulan. “Padahal yang tahu datangnya bulan itu perempuan, tapi perempuan tidak pernah ada yang jadi Menteri Agama,” canda Khofifah, yang lagi-lagi bikin ger para undangan.
Untuk itu, ia meminta kepada Bupati Yuhronur Efendi untuk memanfaatkan potensi yang ada ini dengan sebaik-baiknya. Misalnya dengan menyedikan banyak teleskop sehingga anak-anak bisa mengikuti proses rukyatul hijab dengan para ahlinya. “Ini adalah kekuatan ekonomi yang luar biasa,” tandas Khofifah.
UMKM Virtual Expo
Usai sertijab, Gubernur Khofifah mengunjungi salah satu UMKM kerajinan tangan di Jl. Sunan Kalijaga. Dia
mengajak para pelaku usaha di Kabupaten Lamongan untuk mengikuti UMKM Virtual Expo yang diinisiasi Bank Indonesia.
Tujuannya agar dapat mengakses pasar lebih luas dan produktif, serta memberikan peningkatan pendapatan di tengah pandemi. “Saya sarankan para pelaku UMKM untuk mengikuti pameran ini. Dalam satu tahun bisa dua kali. Setelah ini bisa diidentifikasi apa saja produk-produk Lamongan yang bisa diikutkan,” kata Khofifah.
Dijelaskan, UMKM Virtual Expo merupakan terobosan baru dalam membangun akses pasar bagi seluruh produk UMKM Jatim ke pasar luar negeri.
Terobosan ini telah banyak membantu UMKM, karena membuka pintu dan ruang baru dalam memasarkan hasil produksinya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang mendampingi gubernur menyatakan segera menindaklanjuti dengan mendorong ekspor produk setempat. Mengingat, nilai ekspor Kabupaten Lamongan dari industri kecil mengalami penurunan. Dari Rp55,721 miliar pada 2019, menjadi Rp43,742 miliar di 2020.
“Penurunan ekspor tahun 2020 dikarenakan pandemi Covid 19. Karena itu tahun 2021 kami berusaha untuk membangkitkan kembali UMKM di Kabupaten Lamongan melalui gerakan “Ayo Beli Produk Lamongan” yang telah kami luncurkan beberapa waktu lalu,” kata Yuhronur.
Ekspor itu didorong dari sembilan unit industri kecil. Antara lain pupuk, makanan kecil, sarung tenun ikat, anyaman bambu, konveksi, lobster dan kerapu, arang serta olahan jagung. (*)
Peliput: Dwi Arifin



