Senin, 15 Juni 2026, pukul : 10:59 WIB
Surabaya
--°C

Sabet Runner-Up Australian Open 2026, Mahasiswa S2 IKOR FIKK UNESA Buktikan Predikat Kampus Pembina Olahraga Terbaik Nasional Bukan ‘Kaleng-Kaleng’

SYDNEY-KEMPALAN: Pebulutangkis ganda putri Indonesia sekaligus mahasiswa program magister (S2) Ilmu Kesehatan Olahraga (IKOR) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Febriana Dwipuji Kusuma, sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Berpasangan dengan Meilysa Trias Puspitasari, perempuan yang akrab disapa Ana ini tampil excellent hingga keluar sebagai runner-up dalam laga dramatis di babak final turnamen BWF Super 500 Australian Open 2026.


Pertarungan Sengit di Quaycentre
Bertanding di Quaycentre, Sydney, pada Minggu (14/6/2026) siang WIB, pasangan unggulan ketujuh turnamen ini langsung berhadapan dengan tembok kokoh asal China sekaligus unggulan pertama, Jia Yi Fan/Shu Xian Zhang.
Laga gim pertama berjalan penuh determinasi. Ana/Trias sempat memegang kendali permainan dengan memimpin jauh 11-5 di interval pertama. Namun, pascajeda, lawan mulai bangkit dan mengejar ketertinggalan hingga menyamakan skor menjadi 18-18. Aksi saling kejar angka berlangsung menegangkan sebelum akhirnya Ana/Trias harus merelakan gim pertama dengan skor tipis 22-24 setelah pengembalian bola mereka dinyatakan out.
Memasuki gim kedua, tensi pertandingan tidak menurun. Kejar-mengejar poin kembali terjadi hingga interval gim kedua berakhir dengan skor 8-11 untuk keunggulan China. Meski Ana/Trias terus memberikan perlawanan alot pascainterval, ganda putri China berhasil mempertahankan dominasi. Pasangan Indonesia akhirnya harus puas mengakhiri laga dengan skor 13-21 dan menyandang predikat juara kedua.
Bukti Kurikulum Adaptif dan Penghargaan KONI Pusat

BACA JUGA  FIKK Unesa Gandeng Shanghai University, Akselerasi Sport Science Kelas Dunia


Keberhasilan Ana menembus partai puncak turnamen bergengsi ini menjadi bukti nyata kualitas pembinaan atlet di UNESA. Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi UNESA, Prof. Dr. dwi Cahyo Kartiko, M.Kes., menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari sistem akademik yang suportif bagi para atlet nasional.
“Prestasi yang diraih Ana di Australian Open 2026 ini adalah bentuk konkret dari implementasi kurikulum adaptif yang kami terapkan. Sebagai perguruan tinggi dengan tiga prodi unggulan, yaitu seni, disabilitas, dan olahraga, UNESA berkomitmen penuh memberikan ruang seluas-luasnya bagi atlet untuk berkembang tanpa mengorbankan pendidikan tinggi mereka,” ujar Prof. Dwi Cahyo Kartiko.
Ia juga menambahkan bahwa capaian internasional ini menjadi penegas kelayakan kelembagaan UNESA yang baru saja menerima apresiasi tertinggi di bidang olahraga nasional.
“UNESA membuktikan bahwa anugerah dari KONI Pusat yang menobatkan kampus ini sebagai Pembina Olahraga Terbaik Nasional bukanlah gelar ‘kaleng-kaleng’. Kami konsisten melahirkan talenta yang tidak hanya unggul di ruang kuliah, tetapi juga tangguh dan disegani di gelanggang dunia,” pungkasnya.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

BACA JUGA  DPRD Surabaya Minta Pertamina Jaga Pasokan BBM Subsidi
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.