KEMPALAN: Derby Manchester dulunya adalah momen yang membahagiakan bagi Sergio Aguero.
Striker asal argentina itu mencetak gol pada debutnya di derby Manchaster. Memanfaatkan umpan silang rendah Micah Richards, Aguero mencetak gol ketiga City dalam kemenangan 6-1 yang tidak pernah terlupakan di Old Trafford pada 2011.
Itu adalah salah satu dari delapan gol Aguero di delapan pertandingan pertamanya pada derby Manchaster, saat City berubah dari si tetangga berisik United menjadi tim papan atas di Liga Inggris selama delapan musim berikutnya.
Meskipun Aguero hanya mencetak satu gol dalam enam penampilan derby terakhirnya, dalam keadaan normal hanya sedikit yang akan mengabaikan ancamannya sebagai pencetak gol yang berbahaya. Aguero telah sejajar dengan Joe Hayes dan Francis Lee sebagai pencetak gol terbanyak City saat melawan United dan hampir melewati Wayne Rooney sebagai pemain paling produktif pada derby sekota itu
Namun, kondisi saat ini sama sekali tidak normal.
Aguero, yang kontraknya habis di musim panas ini, belum mencetak gol liga sekalipun selama lebih dari setahun. Meski sudah fit sepenuhnya, kemungkinan besar tidak akan ada tempat bagi pemain Argentina itu di starting nine Pep Guardiola melawan United. Bahkan jika pemain berusia 32 tahun itu berada di bangku cadangan City, tidak ada jaminan dia akan digunakan.
Hampir tanpa disadari, pencetak gol terbanyak keempat dalam sejarah Liga Premier dan salah satu striker paling produktif City ini berada dalam bahaya menjadi sosok yang terpinggirkan saat tim yang generasi baru yang dibentuk oleh Guardiola mengejar quadruple yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Aguero seolah-olah tertinggal dari perkembangan baru yang dilakukan pep terhadap City.
Jika anda bertanya apa penyebabnya? Kemungkinan besar cedera lutut yang diderita Aguero saat melawan Burnley pada bulan Juni adalah penyebab utamanya. Pemulihannya sangat lambat dan ketika Aguero benar-benar pulih, dia segera dimasukkan ke dalam masa isolasi karena kontak dekat dengan seseorang yang dites positif terkena virus corona.
Dalam delapan bulan dari 22 Juni hingga 23 Februari, Aguero baru menjadi starting dalam tiga pertandingan dan menjadi pengganti dalam tujuh pertandingan
Dia belum menyelesaikan satu pertandingan penuh sama sekali sejak pertandingan melawan The Hammers, pada 19 Februari musim lalu, yang merupakan kali terakhir para pendukung hadir untuk menonton City bermain di Etihad Stadium.
Gol liga terakhir Aguero dicetak saat City melawan Sheffield United pada 21 Januari 2020.
Aguero menganggap cedera yang ia alami sebagai nasib buruk. Ini mungkin benar karena hampir di setiap musim saat dia bermain di bawah Guardiola, ada periode di mana cedera membuatnya absen selama satu bulan.
Namun, meski tanpa kehadiran Aguero, City terlihat baik-baik saja dan bahkan berhasil mencetak rekor kemenangan 21 pertandingan yang membawa City unggul di 14 poin di Liga Premier.
Ini adalah hasil yang diraih saat Pep melakukan berbagai perubahan pada permainan City, di mana para pemain bertahan berubah menjadi poros lini tengah ketika City menguasai bola. Gabriel Jesus telah bermain sebagai penyerang tengah ortodoks di depan dan di lain waktu Pep juga menggunakan penyerang non ortodoks, seperti Ilkay Gundogan, Kevin de Bruyne atau Raheem Sterling.
Tidak dapat dibantah lagi taktik-taktik tersebut, yang membuat manajer West Ham David Moyes membandingkan Guardiola dengan chef selebriti Heston Blumentahl, telah menjadi sukses besar dan membawa City unggul dalam berbagai kompetisi
Setelah hanya diberi empat kesempatan sebagai pemain pengganti, Aguero kemudian tidak dimainkan kembail dalam pertandingan Liga Premier terakhir.
Saat City melawan Wolves pada hari Selasa lalu. Di situasi saat skor pertandingan imbang 1-1, Pep terlihat mengisaratkan Gundogan untuk melakukan pemanasan, bukan Aguero.
Keputusan tersebut telah menghidupkan kembali perdebatan tentang apakah Guardiola merasa dia sebenarnya lebih baik tanpa pria yang telah mencetak rekor klub 254 gol untuk City.
Namun, ini bukan kali pertama Aguero jarang dimainkan oleh Pep.
Ketika Pep pertama kali menjadi pelatih di City pada 2016, Pep merasa Aguero tidak mau melakukan tekanan dan gangguan terhadap para pemain bertahan sesuai tuntutnya. Sedangkan disisi lain, Aguero tidak mengerti mengapa dia harus melakukannya.
Setelah meraih satu kemenangan dalam empat pertandingan liga, Guardiola baru menurunkannya untuk pertandingan melawan West Ham, Swansea,.dan Bournemouth.
Apakah saat itu Pep merasa Aguero sudah cocok dengan Visinya atau apakah Pep hanya terpaksa karena di ketiga pertandingan itu Jesus mengalami patah tulang metatarsal dan tidak bermain selama 10 minggu? Tidak ada yang tahu jawabanya, namun keputusan Pep untuk memainkan Aguero membawa kesuksesan
Setelah diberi kesempatan, Aguero mencetak 15 gol dalam 17 pertandingan. Striker asal Argentina itu mulai mau melakukan tuntutan Sulit yang diminta Guardiola, yaitu menutup bek tengah, kemudian ke bek sayap, dan kembali ke bek tengah jika diperlukan. Lagi dan lagi.
Desas-desus soal ketidakcocokan antara Aguero dan Pep pun semakin memudar. Di bawah bimbingan Pep, Aguero semakin berkembang. Bahkan musim lalu, jumlah rata-rata golnya mencapai 90,9 menit. Itu adalah angka terbaik kedua yang ia raih selama karirnya di Man City.
Pep berulang kali mengatakan bahwa status Aguero di City memberinya hak untuk memilih waktu keluar.
Namun, itu tidak menjawab pertanyaan karena apa yang ingin diketahui publik adalah masa depan seperti apa yang akan ditawarkan pada Aguero nanti.
Belum ada jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tentang peran striker Argentina itu di masa depan. Jika berjalan baik, Aguero mungkin akan tetap tinggal untuk musim berikutnya bersama City, atau menjadi anggota terakhir dari tim bersejarah pemenang gelar Liga Roberto Mancini pada 2012 yang akan pergi meninggalkan Etihad.
Guardiola tidak memberi keterangan yang jelas ketika ditanyai soal situasi Aguero di dalam Klun baru-baru ini. Sepertinya, pep siap menerima hasil apa pun.
“Sergio tahu bahwa tidak ada sentimen,” katanya. “Dia sudah mengetahuinya sejak hari pertama.”
“Akan ada pertandingan yang ketat dan sulit nanti, dan ketika kami membutuhkan seseorang untuk mencetak gol, Aguero adalah pilihan terbaik.”
“Sergio adalah orang terpenting di klub ini. Dia banyak mencetak gol penting. Kami ingin membantunya, tetapi di saat yang sama, ada pemain lain yang juga ingin bermain.”
“Saya dibayar untuk membuat keputusan dan saya selalu menilai kinerja (para pemain).” (Edwin Fatahuddin–BBC News)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi