Khofifah Ajak Kiai dan Tokoh Masyarakat Situbondo Tingkatkan IPM

waktu baca 4 menit
"Mohon izin kepada para kiai dan tokoh masyarakat untuk bersama sama meningkatkan IPM, sehingga daya saing masyarakat bisa meningkat di Kab. Situbondo. Kami akan terus mendorong agar IPM Situbondo bisa meningkat," kata Khofifah.

SITUBONDO, KEMPALAN: Situbondo menjadi kabupaten kelima dari 17 Kabupaten/Kota yang dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam agenda serah terima jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati di Jatim. Sertijab kali ini diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Situbondo, Selasa (2/3) siang.

Prosesi penyerahan jabatan diawali dari Pelaksana Harian Bupati (Plh) yang juga Sekda Kab. Situbondo Syaifullah kepada Bupati Situbondo Drs. H. Karna Suwandi M.M dan Wakil Bupati Hj. Khoirani, S.Pd M.H yang disaksikan Ketua DPRD Situbondo Edi Wahyudi SH dalam rapat paripurna istimewa.

Dalam arahannya, Khofifah meminta kepada Bupati dan Wabup Situbondo untuk dapat mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di daerahnya. Utamanya dalam rangka memberikan akselerasi melalui pengembangan sektor unggulan berdaya saing tinggi yang terindikasi pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan.

Selain itu, terdapat sektor lain seperti informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, serta jasa pendidikan yang diyakini dapat mewujudkan kesejahteraan dan keadilan ekonomi, baik di desa maupun kota di Situbondo.

Demikian pula Kerjasama Antar Daerah (KAD) dalam pengembangan kawasan harus di perhatikan, sehingga mampu mendorong sektor unggulan.

Khofifah berharap Bupati Situbondo mampu mempercepat penurunan kemiskinan, di mana tingkat kemiskinan di Situbondo mencapai 12.22 persen dari total penduduk Situbondo, yaitu sebanyak 83.740 pada 2020 meningkat di banding kemiskinan di tahun 2019 sebesar 11.20 persen.

Adapun permasalahan kemiskinan di Situbondo diwarnai berbagai kearifan lokal berbasis sosial budaya yang cukup kompleks, mulai dari hutang di tengah tengah masyarakat hingga pernikahan usia dini.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, Bupati Karna harus menyiapkan penyediaan lapangan kerja dan penciptaan ruang sosial yang dapat menghargai prinsip kebhinekaan.

Gubernur Khofifah juga mengingatkan agar Pemkab Situbondo mampu menyelaraskan program dengan pemerintah pusat hingga pemerintahan provinsi. Baik keselarasan antara RKP dan RKPD Tahun 2021.

Guna meningkatkan investasi, Khofifah menegaskan bahwa Pemkab Situbondo harus lebih memprioritaskan layanan perizinan di sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) guna menggaet investor. Sehingga, proses investasi di Situbondo bisa lebih cepat serta pertumbuhan ekonomi bisa lebih bergeliat.

Pada kesempatan yang sama, di hadapan kiai dan tokoh masyarakat yang hadir, Khofifah mengajak keterlibatan peran kiai dan tokoh masyarakat untuk dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Saat ini IPM Situbondo masih berada di bawah rata-rata Jatim dengan angka 67,38%, serta menyandang presentase kemiskinan di atas Jatim dalam rentang 9-15% (12,22%).

Mantan Mensos RI di era Presiden Jokowi ini berharap peningkatan IPM bisa dilakukan bersama-sama, bergotong royong dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota dan keterlibatan para kiai dan tokoh masyarakat di Situbondo.

“Mohon izin kepada para kiai dan tokoh masyarakat untuk bersama sama meningkatkan IPM, sehingga daya saing masyarakat bisa meningkat di Kab. Situbondo. Kami akan terus mendorong agar IPM Situbondo bisa meningkat,” katanya.

Khofifah ingin menjadikan kawasan Selingkar Ijen menjadi kawasan wisata alam yang memiliki daya pikat yang luar biasa, karena berbagai keunggulan fenomena alamnya yang sulit dicari di tempat lain.

Percepatan Selingkar Ijen

Ditemui seusai acara, Gubernur Khofifah minta agar Selingkar Ijen dapat menjadi percepatan ekonomi baru guna mendukung ekonomi pariwisata sekaligus implementasi dari Perpres Nomer 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Jatim.

Dalam Perpres tersebut dijelaskan, terdapat lima skala prioritas yang harus segera dilaksanakan oleh Pemprov Jatim maupun Pemkab Situbondo. Salah satunya, Selingkar Ijen yang memiliki banyak project yang masuk kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki wilayah tersebar di Kab. Situbondo, Banyuwangi dan Bondowoso.

Khofifah ingin menjadikan kawasan Selingkar Ijen menjadi kawasan wisata alam yang memiliki daya pikat yang luar biasa, karena berbagai keunggulan fenomena alamnya yang sulit dicari di tempat lain.

“Untuk itu, kita harus gerak cepat menyingkronkan kembali antara Project Management Office (PMO) di Prov. Jatim yang ada di Bappeda Jatim dan PMO tingkat pusat ada di Kemenko Perekonomian. Saat ini Selingkar Ijen dimana salah satu penyanggan6a adalah Situbondo termasuk salah satu program strategis nasional,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo Karna Suswandi mengatakan, misi dan prorgam yang akan dilaksanakan adalah membangun masyarakat Situbondo beriman dan keberagaman melalui peningkatan kesejahteraan guru ngaji dan pendidikan keagamaan dan membangun kota santri Pancasila.

Selain itu, misi lainnya adalah membangun masyarakat Situbondo sehat, cerdas, dan meningkatkan peran perempuan melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan tenaga medis, serta pengembangan beasiswa Situbondo Cerdas untuk melanjutkan pendidikan anak hingga ke perguruan tinggi.

Bupati berkomitmen akan membangun infrastruktur, ekonomi yang berkeadilan dan berdaya saing lewat peningkatan aksesibilitas infrastruktur penunjang ekonomi, pembangunan kawasan unggulan minapolitan dan agropolitan.

Dia juga akan membangun pemerintahan yang profesional, bersih dan tangguh lewat program smart goverment, birokrasi bebas korupsi dan bersih dari jual beli jabatan, hingga memberikan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD). (*)

Peliput: Dwi Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *