PRISTINA-KEMPALAN: Pemilihan umum Kosovo yang dilaksanakan pada 14 Februari 2021, baru saja selesai perhitungan suara dari Komisi Pemilihan Pusat. Suara terbanyak diraih oleh partainya Albin Kurti, Vetëvendosje.
Menurut Prishtina Insight, Vetevendosje semakin meningkatkan marjin kemenangan mereka, setelah menerima lebih dari 75 persen suara pos, dan lebih dari 50 persen suara bersyarat. Partai itu mencatat hasil akhir 49,95 persen, sekaligus rekor jumlah suara terbesar dalam sejarah pemilu Kosovo.
Posisi kedua diraih oleh PDK dengan 16,9% suara, sementara LDK berada dalam posisi ketiga dengan 12,64% suara. Perolehan LDK ini mengalami kejatuhan drastis dari 2019 yang mendapatkan 24,5%.
Hal ini berarti Vetevendosje mendapatkan 58 dari 120 kursi yang ada di parlemen Kosovo, namun belum sampai 61 kursi untuk membentuk pemerintahnya sendiri.
PDK hanya akan mendapat 19 kursi dan LDK hanya mempunyai 15 kursi, adapun AAK hanya memiliki delapan kursi dengan perolehan suara 7,07%.
Partai etnis Serbia, Srpska Lista, mendapatkan 10 kursi yang dipersiapkan untuk etnis Serbia dalam parlemen Kosovo, karena memperoleh 45.000 suara, sementara lawannya, Gradanska Inicijativa Za slobodu, pravdu i opstanak , hanya mendapat 1.500 suara.
Empat kursi etnis Turki akan diambil oleh Turkish Democratic Party of Kosovo, begitupula satu kursi untuk etnis Gorani,
Dari empat kursi yang disediakan untuk komunitas Roma, Ashkali, dan Mesir di Kosovo, dua di antaranya telah dimenangkan oleh Romani Initiative – inisiatif warga yang baru dibentuk yang menghadapi tuduhan kerja sama dengan Srpska Lista setelah menerima sejumlah besar suara di wilayah mayoritas Serbia. Dua kursi yang tersisa akan dialokasikan ke Ashkali Party for Integration dan New Democratic Initiative, yang akan mewakili komunitas Mesir Kosovo.
Penduduk Bosnia di Kosovo akan diwakili oleh tiga partai yang berbeda. Adrijana Hodzic akan mewakili satu kursi dari Ujedina Zajednica yang dituduh bekerja sama dengan Srpska Lista. Sementara kursi lainnya akan diduduki oleh Nova Demokratska Stranka (NDS) dan koalisi VAKAT.
Pemilihan umum ini tidak menimbulkan kericuhan seperti yang terjadi di Indonesia, Amerika Serikat, Georgia, dan Belarusia dimana petahana maupun oposisi saling mengklaim kemenangan. Adapun hasil pemilu disepakati oleh semua pihak, bahkan pihak yang kalah mengucapkan selamat kepada Vetëvendosje. Namun permasalahan ke depannya adalah pembicaraan antara Kosovo dan Serbia. (Prishtina Insight, Reza Maulana Hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi