Jurgen Klopp: Liverpool Harus Memenangkan Pertandingan Berikutnya

waktu baca 3 menit

KEMPALAN: Bos Liverpool Jurgen Klopp menjelaskan bahwa kekalahan 1-0 melawan Chelsea pada Jumat dini hari sebagai “pukulan besar” untuknya dan juga timnya.

Liverpool kembali menambah daftar panjang kekalahan beruntunnya menjadi 5 pertandingan. Ini merupakan rekor kekalahan terburuk Liverpool sepanjang 129 tahun sejarah klub.

Kekalahan Liga Premier keenam dalam sembilan pertandingan terakhir mereka membuat sang juara bertahan harus terjun bebas ke posisi ketujuh

Peluang Liverpool untuj finish di posisi empat besar klasemen (zona Liga Champions) semakin menipis

Tingkat frustrasi Liverpool dapat terlihat oleh semua orang saat pencetak gol terbanyak klub, Mohamed Salah diganti pada menit ke-69. Pemain asal Mesir itu jelas bingung dengan keputusan Klopp. Itu sangat terlihat jelas saat Salah berjalan ke bangku cadangan sambil menggelengkan kepala.

“Saya ingin memasukan pemain yang lebih segar. Mo Salah terlihat agak kesulitan hari ini, dia sudah sering main. Saya bisa saja menarik keluar Sadio atau Bobby, tapi untuk saat ini cukup Mo saja,” ujar Klopp seperti dilansir BBC Sport.

Digantikannya Mo Salah dengan Diogo Jota. Praktis, membuat Liverpool semakin tumpul,  The Reds terlihat sangat kesulitan memproduksi peluang dari sisi kanan. Pada akhirnya liverpool hanya mampu menciptakan satu shot on target ke gawang Chelsea

Di saat cedera pada pemain kunci telah membuat Liverpool kehilangan banyak pilihan, kurangnya intensitas pemain di dalam lapangan membingungkan dan membuat Klopp kecewa

Klopp tertangkap kamera beberapa kali berteriak dan mengumpat saat melihat beberapa pemain hanya jogging santai saat Chelsea melakukan serangan balik cepat

“Sayangnya kami tidak bisa beralasan karena ini laga kandang. Ini bukan soal Anfield atau lainnya, ini menyeluruh, terlalu sering terjadi.” Kata Klopp

“Kami harus lebih baik di saat-saat penting. Kami harus memperlihatkan kualitas kami di momen-momen itu dan kami tidak bisa melakukannya hari ini,” ujar Klopp seperti dikutip Sky Sports.

“Ini pukulan besar. Itu belum selesai. Kami harus memenangkan pertandingan.”

Yang paling menyakitkan bagi Klopp adalah bahwa manajer Chelsea Thomas Tuchel mengunakan strategi yang hampir sama seperti yang digunakan Klopp, yaitu tekanan tinggi, kecepatan kerja tanpa henti, umpan ke depan yang cepat, dan keberanian memainkan bola di area kotak penalti sendiri.

“Saya sangat, sangat senang dengan penampilan tim hari ini,” kata Tuchel.

“Kami sangat berani dengan bola dan tidak pernah kehilangan intensitas saat menguasai bola.”

“Kami selalu agresif dan sangat berani. Itu adalah kuncinya. Itu adalah kinerja tim yang baik dan mengasilkan kemenangan yang pantas.”

Chelsea juga memiliki pemain terbaik di lapangan di Mason Mount, yang gol di babak pertama terbukti cukup untuk mengirim timnya di urutan keempat.

Menurut Klopp kualitas individual Mason Mount lah yang pada saat itu membuat perbedaan.

“Itu adalah pertandingan yang ketat, pertandingan yang intens. Kedua tim banyak berinvestasi. Kedua tim harus bertahan secara berbeda dan kami tidak melakukannya dengan baik di sana.”

Liverpool memang sempat menyamai Chelsea di babak kedua, namun The Reda tidak pernah benar-benar terlihat memiliki peluang emas, hanya satu shot on gol yang bisa dilakukan liverpool dalam 90 menit waktu pertandingan

Bek Liverpool Andy Robertson mengatakan semangat timnya lebih rendah dari biasanya.

“Lima pertandingan kandang tanpa kemenangan, itu sangat buruk,” kata Robertson.

“Tidak ada yang akan memberi dukungan, para penggemar berada di rumah saat pertandingan sedang berjalan”

“Terlalu banyak kepala yang menunduk sat kami tertinggal 1-0, kami tidak bisa menerima (kebobolan lebih dulu) itu.”

“Kami tidak cukup baik untuk menjadi tim Liverpool yang seharusnya.” (Edwin Fatahuddin/Sky Sport, BBC News)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *