N’DJAMENA-KEMPALAN: Presiden Chad Idriss Deby telah tewas saat mengunjungi pasukan di garis depan pertempuran melawan pemberontak utara, kata seorang juru bicara militer pada Selasa (20/4), sehari setelah Deby dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden.
Pada Senin (19/4) dia bergabung dengan pasukan untuk memerangi yang dia sebut ekstremis setelah pemberontak yang berbasis di perbatasan utara di Libya
Melansir dari Arab News, penyebab kematiannya masih belum jelas.
Seorang jenderal bintang empat sekaligus putra presiden Chad yang terbunuh, Idriss Deby Itno akan menggantikannya sebagai kepala dewan militer.
“Sebuah dewan militer telah dibentuk yang dipimpin oleh putranya, Jenderal Mahamat Idriss Deby Itno,” kata juru bicara militer, Jenderal Azem Bermandoa Agouna, di radio pemerintah.
Juru bicara Angkatan Darat Azem Bermendao Agouna mengumumkan kematiannya dalam siaran di televisi pemerintah, dikelilingi oleh sekelompok perwira militer yang ia sebut sebagai Dewan Transisi Nasional.
“Seruan untuk berdialog dan perdamaian diluncurkan kepada semua warga Chad di dalam dan luar negeri untuk terus membangun Chad bersama,” katanya.
“Dewan Transisi Nasional meyakinkan rakyat Chad bahwa semua tindakan telah diambil untuk menjamin perdamaian, keamanan, dan tatanan republik,” tegas Agouna.
Negara-negara Barat telah melihat mendiang Deby sebagai sekutu dalam perang melawan kelompok-kelompok ekstremis, termasuk Boko Haram di Danau Chad Basin dan kelompok-kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda dan Daesh di Sahel.
Deby juga berurusan dengan meningkatnya ketidakpuasan publik atas pengelolaan kekayaan minyak Chad dan tindakan keras terhadap lawan-lawannya.
Kemenangan pemilihannya telah memberinya masa jabatan keenam, tetapi pemungutan suara 11 April diboikot oleh para pemimpin oposisi. (Arab News, Belva Dzaky Aulia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi