Bangkitkan Spirit Nasionalisme, Khofifah Ziarah ke Makam Bung Karno
BLITAR, KEMPALAN: Usai menghadiri sertijab bupati-wakil bupati Blitar serta wali kota-wakil wali kota Blitar, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak mereka ke makam presiden pertama sekaligus proklamator RI , Ir. Soekarno, di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar, Rabu (3/3).
Ziarah ini untuk membangkitkan spirit nasionalisme , sekaligus memberi penghormatan atas jasa para pendiri bangsa. Khofifah ziarah bersama Wali Kota Blitar H. Santoso dan Wakil Wali Kota (Wawali) Tjujuk Sunarjo, Bupati Blitar Rini Syarifah dan Wakil Bupati (Wabup) Blitar H. R. Santoso. Turut pula beberapa kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim dan Pemkot Blitar.
Dengan mengenakan baju putih, rombongan Gubernur Khofifah tiba sekitar pukul 16.30 WIB dan
langsung disambut oleh juru kunci. Dia juga menyapa pengunjung yang berziarah.
Saat memasukk makam, orang nomor satu di Jatim tersebut membawa sekeranjang bunga mawar berwarna merah dan putih, lalu menatanya di atas pusara Bung Karno.
Selanjutnya, Khofifah beserta wali kota dan wawali Blitar, bupati dan wabup Blitar bersama-sama memanjatkan doa secara khusyuk. Tak hanya ziarah, mantan Mensos RI ini juga membagikan sembako dan masker kepada masyarakat di sekitar Makam Bung Karno.
Saat diwawancarai media, Khofifah menyampaikan bahwa hadirnya Makam Proklamator Kemerdekaan RI Bung Karno diharapkan bisa menjadi kawah candradimuka-nya para pemimpin di negeri ini.
Apalagi, menurut Khofifah, makam Bung Karno memiliki gravitasi secara ideologi, sosial, ekonomi, bahkan secara geopolitik yang luar biasa yang dimiliki oleh Kota Blitar.
“Jadi keberadaan makam Bung Karno ini harus bisa menjadi kawah candradimukanya para pemimpin di negeri ini. Karena, lewat perjuangan para pendiri bangsa inilah kita bisa merasakan kemerdekaan seperti sekarang ini,” ungkapnya.
Sehingga, lanjut Khofifah, kegiatan ziarah ini tak hanya membangkitkan spirit nasionalisme. Tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan membangun komunikasi secara rohani dengan pendiri bangsa.
“Sebagai sebuah bangsa, kita harus menyadari bahwa bangsa ini merdeka dengan pengorbanan dan perjuangan yang luar biasa,” kata Khofifah.
“Sangat banyak masyarakat di negeri ini, tapi tetap membutuhkan strong power leader yang mengomunikasikan, membangun semangat, serta menyatukan. Dan itu dari Bung Karno, Bung Hatta dan pahlawan lainnya,” sambungnya.
Melihat sejarahnya, lanjut Khofifah, pengembangan wisata Kompleks Makam Bung Karno telah dimasukkan ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dari Perpres No. 80 Tahun 2019 di Kota Blitar.
“Oleh sebab itu kalau bisa disiapkan pengembangannya, saya rasa gravitasinya akan lebih kuat lagi. Apalagi di Perpres No. 80 Tahun 2019 ada penguatan untuk Makam Bung Karno di Blitar ini,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Kota Blitar menjadi salah satu daerah yang masuk dalam pengembangan Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan pada Perpres No. 80 Tahun 2019. Dalam pengembangan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan terdapat total 44 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp. 41.845,76 miliar. Termasuk salah satunya adalah pengembangan Kompleks Wisata Makam Bung Karno. (*)
Peliput: Dwi Arifin









