Kamis, 12 Februari 2026, pukul : 11:11 WIB
Surabaya
--°C

19 Februari 2021: Positif Covid-19 Harian 10.614 Orang

JAKARTA-KEMPALAN: Jumlah pasien Virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 10.614 orang, per Jumat (19/2/2021). Sehingga, hari ini total ada 1.263.299 kasus positif.

Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 10.783 orang, sehingga total pasien sembuh ada 1.069.005 orang.

Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 183 orang, sehingga total ada 34.152 pasien Covid-19 yang meninggal.

Sejak program vaksinasi Covid-19 dimulai pada 13 Januari 2021, pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 1.191.031 penduduk hingga Jumat (19/2/2021). Sedangkan dosis kedua sudah diberikan kepada 668.914 orang.

Dikutip dari laman kemkes.go.id, rencana sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia adalah 181.554.465 penduduk yang berumur di atas 18 tahun.

Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah warga negara asing (WNA) terinfeksi Covid-19 di Indonesia mencapai 957 orang. Bertambah 10 kasus dari data Kamis (18/2/2021) yang tercatat 947 WNA positif terjangkit virus covid-19.

Dari total 957 WNA positif Covid-19, 829 di antaranya sudah sembuh. Bertambah 16 pasien WNA sembuh dari data kemarin masih 813 orang.

Data perkembangan kasus WNA terinfeksi Covid-19 ini dihimpun Kementerian Kesehatan dalam 24 jam terakhir. Demikian dilaporkan Kementerian Kesehatan melalui covid19.go.id, Jumat (19/2/2021).

Sementara itu, tercatat 14 WNA telah meninggal dunia akibat Covid-19 di Tanah Air. Kementerian Kesehatan juga mencatat 114 WNA masih berstatus kasus aktif Covid-19 atau sedang dalam perawatan maupun isolasi. Ada penurunan enam kasus aktif dari data sebelumnya masih 120 orang.

Data Sampah?

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, salah satu kendala di lapangan dalam penanganan Covid-19 adalah ketersediaan informasi data.

Selama ini data menjadi kendala utama, padahal data adalah hal yang paling menentukan untuk bisa mengambil keputusan dengan benar dan tepat atau tidak.

“Kalau datanya tidak benar, biar keputusannya bagus ya tidak ada gunanya. Data ini kan tergantung apakah yang masuk itu berupa data yang betul-betul informasi sehat atau data sampah,” kata Muhadjir saat menjadi pembicara webinar di UMS Solo, Jumat (19/2/2021).

“Kalau datanya sampah, ya masuk sampah keluar juga sampah, walaupun khusus menangani Covid-19 kalau punya data sampah maka solusinya juga pasti berupa sampah,” lanjut dia. (war/lip/pr/kom/ist)

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.