Gojek dan Tokopedia Finalisasi Proses Merger

waktu baca 2 menit
Dua perusahaan startup paling terkemuka di Indonesia, raksasa ride-hailing Gojek dan penyedia e-commerce PT Tokopedia, sedang menyelesaikan persyaratan untuk merger mereka. Kedua pereusahaan bertujuan untuk mencapai kesepakatan paling cepat bulan ini.

JAKARTA-KEMPALAN: Dua perusahaan startup paling terkemuka di Indonesia, raksasa ride-hailing Gojek dan penyedia e-commerce PT Tokopedia, sedang menyelesaikan persyaratan untuk merger mereka. Kedua perusahaan bertujuan untuk mencapai kesepakatan paling cepat bulan ini.

Kedua perusahaan sedang mendiskusikan berbagai skenario dengan tujuan pada akhirnya mendaftarkan entitas gabungan di Jakarta dan AS. Sumber berita meminta untuk tidak disebutkan namanya karena negosiasi bersifat pribadi. Penilaian target di pasar umum adalah antara $ 35 miliar dan $ 40 miliar.

Perwakilan Gojek dan Tokopedia menolak berkomentar. Kedua perusahaan rintisan ini berencana untuk menciptakan kekuatan korporasi baru perusahaan platform internet di Indonesia, dengan ujung tombak bisnis mulai dari pemesanan kendaraan dan pembayaran digital hingga belanja dan pengiriman online. Bloomberg News pertama kali melaporkan pembicaraan merger mereka pada bulan Januari.

“Ada kemungkinan kuat bahwa entitas gabungan akan mendapatkan valuasi pasar publik yang besar,” kata Angus Mackintosh, pendiri CrossASEAN Research, yang telah melakukan analisis pada valuasi perusahaan internet utama. “Sebagai entitas bisnis yang lebih besar, mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk mendapatkan modal dalam jumlah besar untuk mendorong pertumbuhannya di masa depan.”

Ketentuan terbaru yang sedang dibahas meminta pemegang saham Gojek untuk memiliki sekitar 60% dari entitas gabungan, sementara investor Tokopedia memegang 40%. Terlepas dari rasionya, kedua perusahaan melihat transaksi sebagai merger yang sederajat.

Salah satu skenario yang dibahas adalah menggabungkan kedua perusahaan sebelum secara bersamaan melakukan listing perusahaan di bursa Indonesia dan AS. Skenario lain adalah melakukan listing Tokopedia di Jakarta terlebih dahulu, kemudian merger dengan Gojek sebelum melakukan listing entitas perusahaan gabungan di AS. Perusahaan belum memutuskan apakah mereka akan memilih untuk mendaftar di AS melalui penawaran umum saham perdana secara tradisional atau melalui special purpose acquisition company.

Namun, sumber itu mengatakan juga, pembicaraan sedang berlangsung dan mungkin masih butuh waktu lebih lama atau bahkan gagal dalam mencapai kesepakatan akhir. (bloomberg/freddy)

BACA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *