Minggu, 19 April 2026, pukul : 16:08 WIB
Surabaya
--°C

Don Carletto Pilih Ngopi Ketimbang Selebrasi

KEMPALAN: Pelatih sepakbola Eropa punya gaya khas masing-masing dalam melatih maupun melakukan selebrasi kemenangan. Gaya melatih mereka tercermin pada gaya mereka melakukan selebrasi, mulai dari yang tenang sampai yang melonjak-lonjak kegirangan.
Pertandingan lanjutan Piala FA memperebutkan delapan besar Kamis dinihari tadi (11/2) menyisakan adegan selebrasi pelatih yang unik ketika Everton berhasil mengalahkan tamunya Tottenham Hotspur dalam pertandingan dramatis yang menghasilkan 9 gol.
The Toffees akhirnya menang dengan skor besar 5-4 dan lolos ke babak perempat final setelah melewati perpanjangan waktu setengah jam.

Jangan salah. Skor besar bukan tercipta dari tos-tosan adu penalti. Tapi dari pertandingan terbuka yang berakhir sama kuat 4-4 selama 90 menit. Karena Piala FA memakai sistem gugur maka pertandingan dilanjut dengan perpanjangan waktu 2×15 menit.

Pertandingan berjalan penuh ketegangan. Baru tiga menit berjalan tuan rumah sudah kebobolan. Tapi, delapan menit kemudian posisi imbang. Saling balas akhirnya pada pengujung babak pertama dua menit sebelum rehat tuan rumah memimpin 3-2. Pada babak kedua hujan gol masih terjadi dan tiga gol tercipta menjadikan kedudukan imbang 4-4 sampai waktu normal berakhir. Pada babak perpanjangan Everton berhasil mencetak satu gol lagi pada menit ke-97 dan mengunci kemenangan untuk lolos ke perempat final dan membuka harapan untuk bisa menjadi juara lagi setelah terakhir juara pada 1995.

Karena ketegangan dan adrenalin yang meningkat para pemain, ofisial, dan pemain cadangan di bench pada melonjak kegirangan dan saling peluk. Ada yang berteriak histeris sambil mengepalkan dan mengangkat dua tangan.

Tapi pelatih Carlo Ancelotti malah tenang-tenang saja. Begitu para ofisial dan pemain cadangan meledak gembira pelatih berjuluk Don Carletto ini wajahnya datar tanpa ekspresi. Ia mengambil gelas kopinya dan kemudian meniup-niup sebelum menyeruputnya.

Gaya cool ini menarik perhatian penonton televisi dan para komentator. Duncan Ferguson legenda Everton mengatakan bahwa Ancelotti tenang tanpa ekspresi karena sudah terbiasa dengan kejadian seperti itu. Sebagai manajer yang sudah pernah memegang tim-tim besar Eropa dalam berbagai ajang kompetisi, drama hujan gol dan kemenangan dramatis sudah menjadi hal biasa baginya.

Dalam pertandingan Liga Inggris lawan tuan rumah Manchester United, Minggu (7/2) yang berakhir sama kuat 3-3 Everton mencetak gol penyeimbang pada detik terakhir masa injury time tujuh menit. Pemain dan ofisial histeris tapi Ancelotti tetap dia tanpa seulas senyum pun.

Banyak pelatih lain yang meluapkan kegembiraan dengan sangat ekspresif. Pada masa kejayaannya Mourinho berselebrasi dengan berseluncur di atas rumput dengan kedua lututnya. Mourinho juga berlari dan berjingkrak dengan mengangkat dua tangan.

Ekspresi paling demonstratif selalu ditunjukkan oleh pelatih Liverpool Jurgen Klopp yang selalu berteriak keras sambil berjingkrak atau berlari sambil mengepalkan dua tangan setiap kali menang. Sayang sekali sekarang gaya selebrasi Klopp sudah jarang terlihat.

Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solksjaer selalu santai dan tetap duduk di bench pemain cadangan. Nyaris tidak ada ekspresi setiap kali timnya mencetak gol Ole diam-diam mengepalkan tangan. Gayanya yang sabar membuat Ole dijuluki sebagai guru olahraga.

Beda dengan pendahulu Ole Sir Alex Ferguson yang lebih ekspresif dan demonstratif. Sambil tetap mengunyah permen karet Fergie berlari, berteriak sambil mengangkat dua tangan.

Apapun selebrasinya sah-sah saja asal timnya menang. Kalau timnya kalah apa yang mau diselebrasi? (dad)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.