MADRID-KEMPALAN: Memulai karier melatihnya di Italia, ternyata entrenador Real Madrid Carlo Ancelotti tidak mau mengakhiri karier melatihnya di Italia. Sebaliknya, Ancelotti memilih untuk menutup kariernya di dunia sepak bola di luar Italia.
Dan, di Real Madrid-lah Ancelotti ingin menutup petualanganya sebagai pelatih setelah berjuang membangun kariernya selama tiga dekade. Ancelotti akan pensiun setelah kontraknya dengan El Real berakhir.
BACA JUGA: Tak Tanggung-Tanggung, Ini Target Real Madrid Setelah Juarai Piala Super Eropa
Carletto (panggilan akrab Ancelotti) masih memiliki ikatan kontrak dengan Real sampai musim panas 2024 mendatang. Atau masih tersisa dua musim lagi. Ancelotti mengungkapkan keputusan itu dalam konferensi pers jelang laga pembuka Liga Spanyol kontra UD Almeria, Sabtu malam WIB. (13/8)
’’Menangani Real bakal menutup karier saya. Setelah kontrakku dengan Los Merengues (julukan Real) selesai, saya akan mengundurkan diri (dari dunia sepak bola),’’ ungkap Ancelotti di dalam pernyataan persnya.
Diakuinya, semua mimpi-mimpinya sebagai pelatih sudah terjawab bersama El Real dalam dua periode. Mulai dari gelar juara liga domestik (Liga Spanyol), piala domestik (Copa del Rey dan Piala Super Spanyol), liga Eropa (Liga Champions), piala di level Eropa (Piala Super), sampai di ajang dunia (Piala Dunia Antarklub).
BACA JUGA: Akhiri Karir Bersama Real Madrid, Ini Hadiah dari Ancelotti untuk Marcelo
’’Bagiku, Real Madrid adalah puncak sepak bola. Masuk akal jika saya memutuskan mengakhiri karier setelah pengalaman ini,’’ sambung Ancelotti. Sebenarnya, bukan hanya bagi Real dia bisa menyapu bersih trofi juara di semua ajang.
Ancelotti juga sudah pernah mendapatkannya semasa menangani AC Milan pada musim 2003—2007 lalu. Jumlah trofinya pun sama persis, delapan trofi juara. Satu trofi musim ini sudah cukup untuk membawa Real lebih banyak meraih trofi di eranya.
Allenatore yang berusia 63 tahun itu pun mengakui bahwa di situlah ada keterkaitan antara Real dan AC Milan sebagai sesama klub yang pernah dia besut. ’’Los Blancos (julukan lainnya Real) dan ACM saya rasa paling terhubung,’’ klaim Ancelotti.
Trofi Piala Super Eropa lalu jadi trofi ke-24 Ancelotti selama berkarier sebagai pelatih. Ancelotti tidak mementingkan jumlah trofi itu. ’’Saya akan mengakhirinya ketika saya sudah mencapai di titik keseimbangan,’’ sebut Ancelotti. (Diario AS, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi