SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut kedatangan 244 jemaah haji kloter SUB-38 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (13/8) siang.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menyebutkan bahwa yang diberangkatkan dari embarkasi Surabaya berjumlah 16.835 jemaah haji. Kemudian yang telah kembali pulang ke tanah air hingga kloter 38 ada 16.809 jemaah.
Khofifah mengatakan, 23 jamaah haji embarkasi Surabaya wafat saat menjalankan ibadah haji di tanah suci. Sedang tiga orang jemaah haji saat ini tengah sakit. Mereka menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi dan satu orang lagi di Rumah Sakit Haji Surabaya.
“Bagi jemaah yang wafat, kita sampaikan duka cita, inna lillahi wainna ilaihi rojiun. Kita semua ikut berbela sungkawa, mudah-mudahan semua dipanggil dalam keadaan husnul khotimah dan semua dimasukkan ke dalam surganya Allah,” ucapnya.
“Dan bagi mereka yang sakit semoga segera diberikan kesembuhan oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” lanjut mantan Mensos RI ini.
Dia juga menjelaskan bahwa jemaah haji kloter 38 ini sedianya berjumlah 230 orang, namun lima orang jemaah haji telah kembali lebih awal dan satu orang jemaah haji wafat sebelum kembali ke tanah air, yakni atas nama Sriwati Tilam Sari asal Kota Mojokerto.
Gubernur Jatim yang juga Ketua PBNU ini menegaskan bahwa setiap jemaah haji embarkasi Surabaya harus kembali ke kediaman dalam keadaan sehat. Oleh sebab itu ia menginstruksikan semua jemaah haji wajib swab antigen dan swab PCR sebelum kembali pulang.
“Kloter terakhir terkonfirmasi sehat semua. Berdasarkan hasil swab antigen dan swab PCR semua negatif Covid-19 . Sementara secara keseluruhan dari 38 kloter terkonfirmasi 42 orang swab PCR pisitif Covid-19,” jelasnya.
Terhadap jemaah haji yang positif semua diantarkan oleh Pemprov Jawa Timur ke daerah masing masing dengan berkoordinasi dengan puskesmas terdekat.
“Saya ingin mastikan.bahwa semua yang pulang kembali ke rumah dalam kondisi sehat. Sehingga semua yang ziarah haji juga akan mendapatkan ketenangan karena memang mereka sehat dan para haji yang pulang juga dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Gubernur Khofifah juga mengajak seluruh jemaah haji kloter 38 untuk bersama-sama mendoakan Jawa Timur dan Indonesia agar selalu bisa menjaga persatuan dan kesatuan serta bisa menjadi negara yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.
“Mudah-mudahan Jawa Timur ini Allah selalu anugerahkan keberkahan, ketenangan, persatuan dan kesatuan, serta Indonesia menjadi negara yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” harapnya.

Dari total 16.835 jemaah haji yang diberangkatkan dari embarkasi Surabaya, mulai kloter pertama hingga kloter 38 tercatat ada 16.809 jemaah telah kembali ke tanah air.
Kepada 244 jemaah haji kloter 38 yang baru tiba di tanah air tersebut, Gubernur Khofifah membagikan bendera merah putih. Dia meminta agar bendera merah putih tersebut dikibarkan di rumahnya masing-masing.
“Kita berbagi bendera merah putih. Kepada ketua kloter yang secara simbolis menerima, saya berpesan supaya dikibarkan di kediaman masing-masing,” kata Khofifah.
Ia menyampaikan bahwa pembagian bendera merah putih ini adalah bagian dari gerakan nasional membagikan 10 juta bendera. Khofifah berharap semua elemen melakukan hal yang sama dari mulai kepala desa, lurah, hingga kepala daerah serta masyarakat secara umum.
“Kita mengajak agar elemen-elemen instansi vertikal yang bertugas di Jawa Timur juga melakukan hal yang sama,” pintanya.
Orang nomor satu di Jatim ini menjelaskan bahwa membagikan bendera merah putih kepada para jemaah haji adalah bentuk penguatan dalam membangun semangat nasionalisme – religius.
“Kita bangun semaksimal mungkin di negeri ini, bahwa mandat dari sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa yang artinya bahwa proses cinta tanah air harus diikuti dengan bagaimana penguatan dari sisi nasionalisme dan religiusitas,” jelasnya.
Di akhir, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan ibadah haji termasuk memberikan pelayanan – pelayanan kepada seluruh jemaah haji. Karena mereka telah berkontribusi banyak dalam pelaksanaan ibadah haji dan pelayanan bagi para jemaah haji.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada tim PPIH yang sudah dilakukan dengan sangat baik lintas sektoral dan Alhamdulillah hari ini sudah pada posisi kepulangan terakhir,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jatim Abdul Haris menambahkan, 23 jemaah haji Jawa Timur (Jatim) yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di tanah suci berusia di atas 45 tahun.
Abdul Haris tidak menyebutkan kabupaten/kota mana saja terbanyak jumlah jemaah yang wafat di tanah suci. “Dari data kami, jemaah yang meninggal merata,” ujarnya.
Dia membenarkan bahwa total jumlah jemaah haji 38 kloter Debarkasi Surabaya sebanyak 16.809 jamaah. Dari jumlah jamaah tersebut, ada 23 jemaah yang meninggal. Sedang tiga jemaah masih dirawat di RS Arab Saudi karena sakit. Tiga jemaah tersebut, berasal dari Kab Tulungagung (64), Kab Pamekasan (62) dan Surabaya (53). “Semuanya berjenis kelamin laki-laki,” katanya.
Jemaah yang masih dirawat di RS Arab Saudi itu, lanjutnya, akibat kelumpuhan. Mereka akan diterbangkan ke Indonesia jika sudah bisa melakukan perjalanan pesawat.
“Kita belum tahu kepulangan tiga jemaah yang dirawat itu, apakah didampingi oleh PPIH Arab Saudi atau perwakilan haji dari pemerintah Arab Saudi. Kalau di sini pasti kita dampingi untuk dirawat di rumah sakit haji atau di tempat asalnya. Semua biaya ditanggung panitia penyelenggara haji,” jelasnya.
Mengenai 42 jemaah yang terkonfirmasi positif Covid-19, Haris menyebut 36 jamaah dari kloter 1 hingga 20 dan enam jamaah berasal dari kloter 21 hingga 38.
“Alhamdulillah pada kloter terakhir tidak ada jemaah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Seluruh jemaah tiba di Bandara Juanda langsung di swab PCR dan hasilnya negatif,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi